Puisi

All posts in the Puisi category

Bunga Tanpa Cela

Published 20 Januari 2016 by endangkurnia

image

Mementaskan warna ke hadapan mata kata. “Ini dukaku, buatlah peringatan atasnya,” dia meminta.

Embun meneteskan luka ke ribaan kata. “Ini rinduku,minumlah. Dan kau tak akan merasa haus lagi.” Begitu saja.

Tangan kata menggerakkan dunia. Daun-daun menggidikkan aku tanpa cela.

Endless Kurnia,

Angin

Published 29 Desember 2015 by endangkurnia

images2

Angin yang menebarkan duka di punggung pintu, ujar Jendela. Angin pula yang menaburkan kata-kata tak menentu di beranda. Bukan! Bukan aku! Bunga-bunga memawarkan aku. Hingga semua seolah menawarkan makna, jeritnya mencabik sepi di telingaku.

Endless Kurnia,

Dari Haluan

Published 29 Desember 2015 by endangkurnia

p

Dari hati yang hancur
Adalah pelaut
Tidak pernah tertidur
Berlayar di laut kenangan

Bibir tergetar angin sambil melancar terus
Tetap lagu daratan harap
Yang lama tenggelam sudah

Pada jenak-jenak tertentu
Memandang dari haluan boleh bermisal
Laut wajah umpama menatap
Jauh langit berjarak

Dalam kerling sekilas pula
Lantas biasa melepas pandang
Ke buritan terus jauh sampai

Tinjauan kaki langit tertangkap
Laut langit saling berdekap
Tidak akan terpisah seolah karna doa

Endless Kurnia,

Sejak Malam Ini

Published 29 Desember 2015 by endangkurnia

a

Sejak malam ini
Aku putuskan untuk berhenti
Menjadi seorang jago tembak

Bulan sungguh putih
Seputih tudung karavan
Milik tukang obat keliling

Aku melangkah lambat
Menyusur gurun
Misalkan gerobak sirkus keliling
Merasa lelah dan kesepian

Aku ingat sebuah bar di jantungmu
Dengan pajangan kepala menjangan
Di dinding kayunya yang kokoh

Sejak malam ini
Aku putuskan
Bahwa hati harus lapang dan sepi

Bulan sungguh putih
Lengannya terulur menyentuh
Kembang kaktus yang mekar

Angin menghimpun bisikan
Rumputan dan semak liar
Dari sebuah tanaman yang ditinggalkan

Dengan pagar kayu yang lapuk
Dengan sepucuk senapan berburu
Mengintip dari rimbun mata

Sejak malam ini
Aku putuskan untuk menjadi
Penulis roman picisan
Seharga beberapa keping sen

Tentang koboi penyendiri
Yang berkuda menyongsong matahari
Yang terbenam

Endless Kurnia,

Godaan Diri

Published 25 September 2015 by endangkurnia

2

Dengarlah alunan seruling dunia
Merdu mendayu menyapa sukma kelana
Nikmat memikat diri khianat
Dengan pesta menutup jalan langit

Di padang fatomargana tempat berburu
Memetik cinta menghijab nafsu
Ketika setan iblis berpesta menebar mimpi
Diri terjepit
Bumi menghimpit langit

Dengarlah suara langit menghardik
Membangunkan diri dari mimpi-mimpi
Menangkal jampi-jampi sang peri
Menuntun diri ke jalan hakiki

Efek rindu dapat ilmu.
Endless Kurnia,

Ada Allah

Published 23 September 2015 by endangkurnia

2

Jika sendiri jangan merasa sepi, ada Allah yang mengawasi.

Jika sedih jangan dipendam dalam hati, ada Allah tempat berbagi.

Jika marah jaga pikiran dan hati, ada Allah tempat menenangkan diri.

Jika susah jangan merasa pilu, ada Allah tempat mengadu.

Jika gagal jangan berputus asa, ada Allah tempat meminta.

Jika bahagia jangan menjadi lupa karena Allah, segalanya ada.

Ada Allah.
Endless Kurnia,

Kadang

Published 18 Agustus 2015 by endangkurnia

Kadang kala seseorang tampak sholat berjamaah tapi sebenarnya ia sholat sendirian.

Kadang kala seseorang tampak sholat sendirian tapi sebenarnya ia menjadi imam bagi 100 trilyun sel dalam tubuhnya.

Bagaimana aku bisa menemukan keheningan, sedang dalam sunyinya malam aliran darah terdengar seperti sungai yang bergolak.

Bagaimana bisa menemukan ketenangan, sedang setiap kali terpejam degup jantung meledak; ledakannya seperti gunung-gunung berbenturan.

Ooo semakin diam semakin ramai.

Endless Kurnia,

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.118 pengikut lainnya