Puisi

All posts in the Puisi category

Kadang

Published 18 Agustus 2015 by endangkurnia

Kadang kala seseorang tampak sholat berjamaah tapi sebenarnya ia sholat sendirian.

Kadang kala seseorang tampak sholat sendirian tapi sebenarnya ia menjadi imam bagi 100 trilyun sel dalam tubuhnya.

Bagaimana aku bisa menemukan keheningan, sedang dalam sunyinya malam aliran darah terdengar seperti sungai yang bergolak.

Bagaimana bisa menemukan ketenangan, sedang setiap kali terpejam degup jantung meledak; ledakannya seperti gunung-gunung berbenturan.

Ooo semakin diam semakin ramai.

Endless Kurnia,

Aku dan Kamu

Published 18 Agustus 2015 by endangkurnia

8

Aku mungkin saja melupakanmu. Namun aku tak bisa berpisah denganmu.

Aku mungkin saja membencimu. Namun engkau nyata menjadi diriku.

Engkau menjadi hujan.

Engkau menjadi rindu.

Engkau menjadi penantian.

Engkau menjadi kesetiaan.

Engkau menjadi cinta.

Bahkan manisnya iman takkan mampu memisahkan aku dan kamu.

Karena saat kehancuran diriku, adalah saat aku menjadi dirimu, kematian.

Aku dan mati.
Endless Kurnia,

Hari Kebangkitan Kita

Published 18 Agustus 2015 by endangkurnia

kerja

Kebangkitan kita baru akan bermula
Ketika kita berhenti melempar sampah ke kaki kita
Ketika kita tak lagi mengotori tanah kita dengan tangan sendiri
Tak lagi mencemari air kita dengan kotoran dan sampah industri
Kebangkitan kita bermula ketika kita bekerja bukan cari muka
Bukan kerja secuil diumbar ke media
Seakan kita lah yang paling jaya nan berjasa
Kita bangkit ketika kerja kita dirasa oleh manusia

Kita bangkit berarti kita makan nasi dari tanah sendiri
Bukan dari lain negeri
Memakai barang buatan sendiri
Bukan terus membeli
Mengelola kekayaan sendiri
Tak membiarkannya terus dicuri
Bangkit itu menjadi berdikari
Menjadi tuan di rumah sendiri
Berkasih-kasih dengan saudara-saudari

2015 Mei 20
Endless Kurnia,

Kembali

Published 18 Agustus 2015 by endangkurnia

melaut

Kembali aku kalut di lautmu, mencari mana kepala mana ekor sementara badan tak kelihatan.

Beban hidup seumpama gajah dalam sampan, bunga besar dalam bokor yang tak pernah kutahu dimana akan diletakkan.

Dan ombak jadi sekumpulan kaki yang lincah mengarah ke berbagai arah, ke lain sektor pencarian dan pemetaan.

Akan dilabuhkan dimana aku, akan didamparkan, atau ditenggelamkan, atau jadi suara pengumuman di atas menara suar.

Kembali aku kalut di lautmu, dimana berpikiran bersih atau kotor, tak mempengaruhi apa yang kelihatan.

Endless Kurnia,

Gemuruh

Published 18 Agustus 2015 by endangkurnia

2

Ada debar tanpa sapa yang meraung di dada.

Gemuruh apa ini?

Sungguh tanya tak jua tandas hingga detik demi detik terkelupas.

Resahku pun tertatih mencari alasan.

Akan rasa yang melumat asa pada sepanjang siang.

Tiba-tiba aku menjadi sangat takut tanpa satu pun sebab kudapati.

Kini, aku hanya ingin jatuh di pelupuk angin.

Agar pupus segala gundah yang menggigil dirayapi dingin…

Endless Kurnia,

Libur Jadi Penyair

Published 3 Mei 2015 by endangkurnia

niat

Sekali waktu,

aku libur jadi penyair.

Menyaru sebutir apel,

tapi pisau sepi membelahku.

Aku jadi kupu-kupu,

Sepi jadi ulat masa lalu.

Ada baiknya aku jadi biji saja.

Eh, dasar! Ada lalat

menghisap-hisap sisa manisku.

Kukemas diriku jadi kanvas.

Pucat putih itu.

Endless Kurnia,

Bertemu Tenang

Published 10 Januari 2015 by endangkurnia

Bertali arus dugaan tiba
Menakung sebak airmata
Namun tak pernah pun setitis
Gugur berderai di pipi
Tidak ditempah hidup sengsara

Suratan nasib yang melanda
Menongkah badai bergelora
Diredah bersendirian
Bagaikan camar pulang senja
Patah sayapnya tetap terbang jua
Sekadar secicip rezeki

Buat yang sedang rindu menanti
Segenggam tabah dipertahankan
Buat bekalan di perjalanan
Kau bebat luka yang berdarah
Kau balut hati yang calar

Telah tertulis suratan nasibmu
Derita buatmu ada hikmahnya
Terlukis senyum di bibir lesu
Tak siapa tahu hatimu

Biarpun keruh air di hulu
Mungkinkah jernih di muara
Biarpun jenuh hidup dipalu
Pasti bertemu tenangnya

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.111 pengikut lainnya.