TUJUAN TAK BOLEH DIKALAHKAN CARA

Published 20 Juni 2016 by endangkurnia

endless kurnia

Banyak orang yang mementingkan cara daripada tujuan, sehingga tidak sadar bahwa tindakannya itu salah. Misalnya memakai mobil; itu adalah cara yang dipakai orang untuk mengantarkannya ke tempat yang dituju. Tapi, seringkali orang mementingkan caranya alias mobilnya daripada sampai ke tujuan dengan selamat. Orang-orang yang melupakan tujuan biasanya mengendarai mobil kebut-kebutan, tidak mau mengalah di jalanan, dan berlomba-lomba membeli mobil mewah. Mereka lupa bahwa mobil itu hanyalah cara atau wasilah, sedangkan tujuannya adalah sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Mobil mewah itu cuma cara yang tidak boleh mengalahkan tujuan. Artinya, boleh memakai mobil mewah asal sampai ke tujuan dengan selamat. Jangan kebut-kebutan mentang-mentang sedang memakai mobil mewah; karena semewah apapun, tetap saja itu hanya sebuah mobil. Jika berbenturan dengan benda keras lainnya, mobil semewah apapun akan hancur. Apalagi mobil jelek🙂

Contoh kedua adalah menertibkan suasana siang hari bulan Ramadhan. Tujuannya adalah agar suasana Ramadhan menjadi terkendali. Caranya macam-macam, ada yang melarang orang makan di tempat publik (tempat terbuka), atau mengatur para pedagang makanan agar menutup warung/restorant-nya dengan tirai. Tetapi, seringkali para petugas mementingkan cara, dan melupakan tujuan. Tujuannya yang membuat suasana puasa menjadi terkendali menjadi kalah dengan cara merazia dan, bahkan, menyita barang dagangan para pedagang makanan. Tentu saja ini justru membuat suasana puasa menjadi tidak terkendali. Membuat suasana terkendali itu tugas pemerintah. Peraturan itu adalah cara, sedangkan situasi terkendali itu adalah tujuan. Cara (peraturan) tidak boleh mengalahkan tujuan. Artinya, jika ada peraturan yang merusak tujuan, maka bisa dipastikan bahwa peraturannya salah 100%. Apalagi jika dikaitkan dengan agama Islam. Saya justru mau bertanya, di mana ada ajaran Islam yang memperbolehkan pemerintah merampas harta rakyatnya? (ini mungkin termasuk tindakan razia ala SATPOL PP yang merampas barang orang-orang terazia).

Ada kaidah fiqih yang mungkin tak diketahui oleh pemerintah yang merazia pedagang makanan di siang hari bulan Ramadhan dengan mengatasnamakan Islam:

الأمر بالتصرف فى ملك الغير باطل
“Setiap perintah yang bertindak hukum terhadap hak milik orang lain adalah batal.”

لا ينزع شيء من يد احد إلا بحق ثابت
“Sesuatu benda tidak bisa dicabut dari tangan seseorang kecuali atas dasar ketentuan hukum yang tetap.”
Dan, jika pemerintah mengatasnamakan Islam atas perampasan barang dagangan orang lain (karena alasan berdagang di siang hari Ramadhan), seharusnya pemerintah menujukkan dalil-dalil Islam yang memperbolehkannya! Karena kaidahnya adalah bahwa peraturan pemerintah terhadap rakyatnya seharusnya berdasarkan atas kemaslahatan!

Salam,
Endless Kurnia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: