Tentang Iran & Saudi

Published 7 Januari 2016 by endangkurnia

Begitu cantiknya issue ini, sampai-sampai mampu merebut pembicaraan di warung-warung kopi, level diskusi paling sederhana di negeri ini. Apa yang terjadi? Apakah ini perselisihan agama? Apakah ini perselisihan sekte? Apakah ini perselisihan keyakinan?

Tanpa kita sadari, media (lokal maupun interlokal) telah berhasil membius Anda untuk meyakini bahwa perselisihan itu berhubungan dengan permusuhan antara Syi’ah dan Wahabiy. Sampai-sampai sebuah
perkumpulan ulama yang sedianya hanya bisa mencap label halal dan
membuat fatwa nyeleneh pun,
menyempatkan diri menemui dan
menyarankan Presidennya agar mau menjadi penengah dalam krisis tersebut.

Maaf, Anda tertipu, bahkan tertipu mentah-mentah. Mari belajar dari sejarah, semenjak berdirinya kedua negara, Saudi pada era 30-an, dan Iran pada era 80-an, kedua negara ini TIDAK PERNAH terlibat dalam konflik langsung antar kedua negara, kalau pun ada pertikaian Syi’ah-Wahabiyy, kedua negara ini pasti menggunakan tangan ketiga, setidaknya salah satu dari mereka kalau tidak keduanya. Contoh
saat perang Irak – Iran, Saudi
membantu Irak, atau saat konflik
dengan kabilah Houthi di Yaman, Iran mendukung Houthi. Mereka tidak pernah berhadapan langsung satu lawan satu. Kenapa ? Mudah saja, Iran punya nuklir, Saudi
punya Amerika (NATO). Itu
penyebabnya kenapa mereka
menahan diri untuk berhadapan satu lawan satu, mereka takut satu sama lain.

Lantas, apa yang terjadi ? Ini cuma sekedar skenario lucu-lucuan mereka untuk MENDONGKRAK
harga minyak, semenjak ISIS mencuri suplai minyak Syria yang
mengakibatkan banjirnya minyak di pasar gelap, ditambah keringanan embargo ekonomi atas Iran, harga minyak dunia terjun bebas tidak terkendali, banyak perusahaan minyak dunia yang melakukan super penghematan, mengurangi biaya tenaga kerja, bahkan yang ambruk dan bangkrut pun ada. Akibat dari dancurnya harga minyak, Rusia mengalami defisit, Saudi mengalami defisit, dan banyak lagi negara produsen minyak lainnya mengalami
hal yang sama. Itulah sebabnya Rusia sangat berkepentingan
menghancurkan ISIS, dan Saudi
sangat berkepentingan merusak
kebangkitan ekonomi Iran, semuanya karena alasan yang sama, UANG.

Bagaimana kalau peperangan terjadi? Efek paling mudah, harga minyak akan naik selangit, jalur distribusi barang, dan jasa dari atau ke eropa akan terganggu, dan akibat terburuknya, banyak negara Asia akan merasakan penurunan ekonomi, atau mungkin krisis.
Mudah saja kan membacanya ? Dan jangan lupa, faktor X, faktor
“pahlawan”, saat semuanya
meruncing (dan harga minyak naik
kembali), akan datang pahlawan
kesiangan yang mendamaikan
mereka, mendudukkan mereka di satu meja, kemudian mendamaikan mereka, dan lucunya, mereka berdua
akan menurut layaknya keledai dan kerbau bodoh.

Jadi, sudahlah, tidak usah bahas
Syi’ah atau Wahabiy terus menerus, apa kalian tidak bosan dan cape? Toh keduanya adalah ANOMALI dalam Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: