E G O

Published 29 Desember 2015 by endangkurnia

d

Betapa sering kita senang mendengar jika kita dipuji-puji orang. Kita selalu melakukan kebaikan atau amal saleh hanya jika itu mendatangkan keuntungan bagi kita dan pada saat yang sama pula kita menolak kebenaran dan kebaikan jika itu tidak mendatangkan keuntungan pada diri kita.

Semua tindak tanduk kita terpusatkan pada diri kita sendiri. Bahkan kepedulian dan perhatian kita kepada orang lain hanya muncul apabila itu mendatangkan keuntungan bagi kita. Mungkin inilah yang dinamakan egoisme, yang menarik seseorang kepada keinginan-keinginan diri sendiri semata.

Seseorang bernama Majasyi’ datang kepada Nabi dan bertanya kepada beliau:

Majasy’: Bagaimana jalan menuju pengenalan kepada Allah (al-Haqq)?

Nabi: Pengenalan diri.

Majasy’: Bagaimana cara menyesuaikan diri dengan Allah?

Nabi: Menyelisihi ego.

Majasy’: Bagaimana jalan menuju keridhaan Allah?

Nabi: Membenci ego.

Majasy’: Bagaimana cara untuk sampai kepada Allah?

Nabi: Hijrah dari ego.

Majasy’: Bagaimana jalan untuk taat kepada Allah.

Nabi: Menentang ego.

Majasy’: Bagaimana cara berzikir kepada Allah?

Nabi: Melupakan ego.

Majasy’: Bagaimana cara mendekat kepada Allah?

Nabi: Menjauhi ego.

Majasy’: Bagaimana cara berakraban dengan Allah?

Nabi: Melepaskan diri dari ego.

Majasy’: Bagaimana jalan untuk mencapai-Nya?

Nabi: Memohon pertolongan kepada Allah di dalam mengatasi ego.

Si egois yang terus bertaubat.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: