NOVEL: CURAHAN HATI IBLIS

Published 29 Desember 2015 by endangkurnia

CURAHAN HATI IBLIS ENDLESS KURNIA

Jauh direlung hatiku yang lebih dalam dari jantung alam semesta ini, aku tahu kemungkaran Tuhan kepadaku bukan karena aku mengingkari keberadaan-Nya. Telingaku telah merekam firman sabda-Nya. Hatiku masih menyimpan ketauhidan yang paling murni bahwa hanya Dia yang Maha Ada dan Maha Tunggal.
Kemurkaan Tuhan karena pembangkanganku enggan melaksanakan wahyu-Nya. Ya, bagaimana bisa aku harus bersujud kepada makhluk Adam. Makhluk yang lebih rendah esensinya daripada aku. Bukankah aku diciptakan dari api. Sedangkan Adam hanya dari sekepal tanah. Tidakkah sepantasnya sujudku hanya kuperuntukkan kepada Dia Sang Maha Kekasih. Salahkah aku…? Aku lari ke sudut-sudut jagad raya. Membawa kecewa dan rasa dendam. Aku lari karena membawa harga diri.

Iblis juga melankolis selayaknya manusia ketika menngungkapkan keluh kesahnya dalam sebuah catatan. Itulah sekelumuit curahan hati iblis. Dimana pada umumnya iblis diceritakan dalam formalitas keagamaan, kini iblis diceritakan dalam prosa kisah sebuah novel yang juga tidak luput dari nilai-nilai Agama. Dengan membaca novel ini Anda akan menemukan lika-liku perjalanan iblis sebagai tolak ukur pelajaran untuk kehidupan makhluk Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: