Antara Ibu Pertiwi & Anak Yatim

Published 29 Desember 2015 by endangkurnia

1

Sejak zaman pra-sejarah, suku-suku di kepulauan Indonesia seringkali menyebut bumi dan alam sebagai ibu yang memberikan kehidupan, Dewi Alam. Setelah pengadopsian agama Hindu pada awal-awal millenium pertama, figur ibu Dewi ini diidentifikasikan sebagai Prith i, Dewi Bumi dalam agama Hindu, yang lalu menjadi Pertiwi.

Pṛthvī atau “Mother Earth” kontras dengan dengan Dyaus atau “Ayah Dyaus atau ayah langit”. Dalam Rgveda, Bumi dan langit secara bersama-sama disebut sebagai Dyavaprthivi. Ia dikaitkan dengan Prithu, yaitu perwujudan Wisnu, yang memerah susunya dalam bentuk sapi untuk Pertiwi. Artinya, jika kita menyebut negara ini sebagai Ibu Pertiwi, berarti kita ini adalah anak-anaknya. Maka bangsa Indonesia selalu mengistilahkan diri mereka sebagai anak-anak bangsa. Itu karena mereka percaya bahwa bumi Indonesia ini adalah ibu mereka. Ibu tanpa seorang suami, yaitu Prithu.

Sadar atau tidak, kita selalu memposisikan diri kita sebagai anak-anak yatim yang tak berayah. Anak-anak yatim yang mempunyai 2 pilihan: bekerja lebih keras daripada orang-orang biasa agar bisa hidup layak bahkan menjadi ilmuwan dan disegani. Atau senantiasa memasang muka memelas agar dikasihi oleh bangsa-bangsa lain. Dalam perspektif ini, janganlah heran jika sebagian orang Indonesia suka melanggar peraturan, karena anak-anak yatim memang rata-rata begitu, akibat perlakuan memanjakan dari masyarakat dan orang-orang terdekatnya. Terserah kita, mau jadi yatim yang luar biasa seperi Nabi Muhammad SAW, atau yatim yang rata-rata.

Salam ibu pertiwi tanpa ayah, anak yatim.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: