Muhammad Saw juga Manusia

Published 22 Desember 2015 by endangkurnia

1

Nabi Muhammad Saw itu manusia seperti kita, dalam dirinya terdapat contoh untuk manusia yang benar-benar menjadi manusia; karena memang Nabi Saw adalah pribadi yang komplit dan multi. Personal yang dilihat dari segala aspek hebat, bukan hanya satu aspek. Siapapun kita, apapun background pendidikan serta profesi kita, semua ada dalam sosok Nabi Muhammad Saw.
Kalau kita adalah seorang guru, Nabi Saw juga seorang pengajar. Bukankah beliau yang mengatakan itu sendiri, dari Ibn Majah: “Innama Bu’itstu Mu’alliman”; Aku memang diutus untuk mengajar. Nabi Saw diutus oleh Allah Swt dengan salah satu tugasnya memang mengajar. Sepanjang sejarah, Nabi Saw tercatat sebagai pengajar dunia paling sukses.
Jika kita adalah negarawan maka beliau yang selama 23 tahun berhasil mereformasi bangsa biadab menjadi bangsa yang beradab. Beliau yang berhasil mereformasi bangsa bar-bar nan radikal menjadi bangsa yang penuh damai. Beliau juga yang merombak umat yang terpecah belah, menjadi umat yang bersatu. Beliau juga yang membebaskan mental bangsa yang membeda-bedakan antara hitam, putih, merdeka dan budak, menjadi bangsa yang adil tanpa diskriminasi.
Kalau kita adalah seorang tentara, Nabi Saw juga memimpin perang. Beliau juga yang meracik strategi perang, dan hampir semua berujung kepada kemenangan. Luhurnya budi beliau, tidak menjadikan tawanan bagai binatang. Dan sama sekali kemenangan yang dihasilkan, tidak menjadikan beliau murka dan benci kepada lawan. Mereka tetap didakwahi dan dimanusiakan.
Kalau kita adalah seorang pengusaha, Nabi Saw juga berdagang. Bahkan sejak umur 9 tahun, Nabi Saw sudah melakukan ekpedisi dagang sampai ke negeri Syam (Palestina, Yordania, Lebanon, Suriah). Artinya sejak kecil Nabi Saw sudah menjadi pengusaha kelas Internasional. Dan sejak itu pula beliau Saw mendapat gelar al-Amin dari seklilingnya. Muhammad lah pedagang yang jujur, memberitahu kepada pembeli berapa modal yang digunakan dan berapa nilai keuntungan yang ia ambil. Sampai akhirnya pengusaha Khadijah binti Khuwailid mengangkatnya sebagai seorang profesional yang menjalankan bisnis lalu mempersuntingnya.
Kalau kita adalah pejabat atau politisi, Nabi Saw juga memimpin negara. Beliau Saw diplomat ulung yang bahkan sejak sebelum diangkat menjadi Nabi, beliau yang berhasil mendiplomasi antar suku untuk tidak saling bertengkar. Kita pasti ingat cerita tentang rekonstruksi ka’bah yang membuat semua suku ingin mnejadi pihak yang memindahkan batu mulia “Hajar Aswad”. Nabi Muhammad Saw yang ketika itu masih berusia 35 tahun memberikan solusi dengan menggelar sebuah sorban lalu meletakkan batu mulia di atasnya, kemudian para kepala suku yang bersitegang memegang setiap sisi surban. Akhirnya semua menjadi pihak yang memindahkan batu mulia tersebut. Masalah selesai, aman, damai, ketegangan menghilang dan tanpa ada darah yang ditumpahkan.
Beliau Saw jugalah yang dengan kebijakan dan hikmahnya mempersaudarakan antara kaum Anshar di madinah dengan kaum muhajirin dari Mekah, padahal sebelumnya tidak pernah mereka kenal.
Kalau kita adalah orang tua, Nabi Saw punya anak dan istri juga. Beliau pemimpin negara yang tahu bagaimana membangun romantisme dalam keluarga. Beliau juga yang mengajari kita bagaimana menjadi orang tua dan tetap bisa bermain bersama anak, cucu dan keluarga tanpa merepotkan kewibawaan seorang pemimpin negara.
Kalau kita seorang da’i, Nabi Saw juga berdakwah. Beliau Saw yang membuat semua orang yang didakwahi menyebut-nyebut namanya bahkan ribuan tahun setelah beliau wafat. Siapa yang dakwahnya bisa sesukses dakwah beliau? Tanpa cacian, makian, hinaan, kebencian serta kebohongan, beliau Saw menjadikan manusia berbondong-bondong masuk Islam. Beliau mengajari para utusannya untuk berdakwah mulai dari hal dasar, tanpa menyusahkan dan menakuti-nakuti, tapi beri kabar gembira. Beliau juga yang marah ketika tahu ada salah seorang sahabat yang menyusahkan jamaah shalat karena terlalu lama membaca surat dalam shalat.
Ini pribadi yang komplik, multi, dari segala aspek hebat. Di masjid hebat, di pasar hebat, di rumah pun hebat, di medan perang hebat. Beliau benar-benar merepresentasikan “Uswah Hasanah”. Apapun profesi kita, rugi kalau tidak mengikuti beliau Saw.
-allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammad-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: