Menyingkirkan Ketakutan

Published 22 Desember 2015 by endangkurnia

1

Sebagai manusia, aku tak berakar, hanya lingkungan menunjang kebutuhanku dan keburukan adalah apa yang kutinggalkan untuknya. Bukanlah pohon aku ini,bukan juga mata air.

Segala yang segar kuhirup dalam-dalam, dan yang kembar hanyalah lubang mata yang semakin hitam, menajamkan ketakutan dan ngeri yang berasal dari keburukanku sendiri.

Apakah aku akan peduli pada sesama? Atau meninggalkan yang baik pada generasi mendatang kelak? Itu semua juga ketakutanku sendiri. Dan hidup kupandang begini: segala upaya adalah menyingkirkan ketakutan.

Memandang fakir diri pribadi seolah tak bakal ada yang ku abadikan dalam perjalanan panjang ini,selain menutupi jejak, aku telah membuat rantai karbon tak berkesudahan.

Meninggalkan polutan dan kelangkaan hewan-hewan. Menjadikan papa kaum mendatang dari kesegaran alam. Menuliskan hal-hal pribadi seolah jadi warisan bagi negeri. Dan dari kedua mataku ini, akan datang rasa sedih tak terperikan, yang kuteruskan pada semua pemuda dan anak-anak, yang terus menolak untuk disalahkan atas apa yang terjadi dari kehidupanku ini.

Tersenyum itu menyingkirkan ketakutan.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: