Pada Tubuhku

Published 29 September 2015 by endangkurnia

7

Pada tubuhku, pembicaraan dialihkan jadi kabut. Merenggut jejak bibirmu dan menyisakan pertanyaan: apa yang bisa dikalahkan berkali-kali selain kenangan? Bukan seligi, tapi akar berpilin masuk pada jantung ini. Dia sedemikian menusuk seperti perkataanmu: lupakan saja aku dan rasakan pedih perpisahan.

Kau tak merangkulku. Hanya sepasang lengan memberat di pundak. Jemarinya gemuk menekan-nekan dada. Aku tak bisa lagi berlari tanpa merasa ini beban hidupku. Masa lalu menjadi gelang lengan. Penanda kegelapan abadi. Pertanda aku harus berkali-kali merasakan betapa nyeri sepi. Meski dikaburkan tetap saja mataku bisa memandang. Tetap saja kau jadi bayang-bayang di sepanjang badan puisi ini dituliskan.

Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: