Hati, Heart, Qalb

Published 29 September 2015 by endangkurnia

3

Hampir dalam setiap agama dan kebudayaan jantung dianggap sebagai pusat hidup manusia. Entah kenapa, khusus dalam budaya Melayu yang dipakai adalah hati, sehingga dalam penerjemahan heart, qalb, atau kokoro, diterjemahkan menjadi hati.

Jantung dianggap sebagai pengendali perilaku, organ yang dipakai untuk berpikir, serta pusat emosi. Mulai dari kebudayaan Mesir Kuno, Yunani Kuno, kemudian agama-agama Semit juga budaya timur seperti Cina. Jantung diaggap sebagai tempat bertemunya jasad fisik dengan jiwa.

Tidak hanya kaum agama, para filusuf seperti Aristoteles dan ilmuwan pada zaman itu beranggapan demikian. Namun pada saat yang sama ada pula filusuf seperti Hippocrates yang sejak awal menduga otaklah yang merupakan organ pengendali perilaku. Sedangkan Democritus menganggap jiwa manusia terbagi di 3 organ, yaitu otak, jantung, dan hati.

Dalam Quran kita bisa temukan begitu banyak ayat yang menggambarkan fungsi jantung yang demikian itu. Diantara ayat tersebut adalah di surat Al-A’raf ayat 179: ……..lahum quluubun laa yafqahuuna bihaa (Mereka punya jantung/hati, tapi tidak berpikir dengannya). Hal yang sama diungkap di surat Al-Hajj 46: ….lahum quluubun ya’qiluuna biha…. Orang-orang yang berperilaku buruk atau tidak beriman sering digambarkan sebagai orang yang berpenyakit hati/jantung.

Jantung (qalb) itu sendiri berposisi di dalam dada. Dalam sebuah hadist diterangkan bahwa dalam diri manusia itu ada sekerat daging, kalau ia baik maka baiklah manusia itu. Daging ini adalah jantung (hati). Karena itu selain menggunakan istilah jantung (qalb) Quran juga sering menggunakan istilah lain yaitu shudr (dada) seperti pada surat An-Nas:… allazi yuwaswisu fii shuduurinnaas.”

Pada masa kecilnya Nabi Muhammad Saw idatangi oleh malaikat. Malaikat itu membelah dadanya, kemudian mencuci jantung (hati) beliau, membersihkannya dari berbagai penyakit. Karena itu ia kemudian tumbuh menjadi manusia yang suci.

Sebagaimana agama dan budaya lain, pengertian hati/jantung/qalb memang tidak melulu merupakan pengertian organ fisik. Qalb sering pula dimaknai sebagai jiwa, alam pikiran, dan akal. Namun sulit dipungkiri penggunaan diksi qalb untuk menyebut sesuatu yang berkaitan dengan pikiran itu beranjak dari anggapan bahwa pusat kendali akal pikiran manusia terletak
di jantung.

Penulis bukan santriwati, sejarahwati, ilmuwati tapi facebokerwati (penguna facebook) tok.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: