Bersyukur Tiada Henti

Published 29 September 2015 by endangkurnia

8

Sering kita temui orang sukses sampai ke suatu level, kemudian ia berhenti. “Saya bersyukur saja atas apa yang sudah saya dapatkan,” katanya.
Apa yang disyukuri? Yang sudah ia peroleh. Seakan itu semua tujuan akhir.

Saya mensyukuri apa yang sudah saya dapat. Tapi saya lebih bersyukur atas apa yang ada pada diri saya. Karena itu saya tidak akan berhenti. Saya tidak tahu di mana titik maksimum saya, di mana saya akan mentok. Bila saya berhenti di suatu titik, padahal boleh jadi saya masih bisa berbuat lebih baik lagi, itu artinya saya menyia-nyiakan berkah yang saya terima. Padahal mungkin ada orang lain yang membutuhkan hasil amal dari potensi yang saya miliki. Itu ibarat membuang sepiring nasi di meja saya, padahal di dekat saya ada orang kelaparan.

Lalu kapan berhenti? Ketika badan sudah tak bisa bergerak, barulah saya berhenti beramal. Ketika otak sudah mati, barulah berhenti berpikir. Bila di tanganmu ada sebatang pohon, tanamlah, meski kau tahu besok hari kiamat.

Endless thankfull to Allah.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: