Mudik

Published 25 September 2015 by endangkurnia

3

Kata mudik sekarang mungkin hanya dikenal sebagai kegiatan pulang kampung, khususnya menjelang lebaran. Ada banyak makna lain yang hilang tergerus oleh zaman, karena kita tidak lagi hidup dengan cara dimana kata itu lahir. Kecuali, tentu saja, di beberapa tempat.

Mudik berasal dari kata udik, yang artinya daerah hulu sungai. Lawan katanya adalah hilir, yaitu daerah muara sungai. Kita mengenal istilah hilir mudik, kata yang bermakna aktivitas lalu lalang orang atau
kendaraan. Ketika kata ini lahir, sistem transportasi sungai menjadi tulang punggung ekonomi. Barang bergerak dari hilir ke hulu dan sebaliknya dengan menggunakan kapal-kapal yang mengarungi sungai. Menghilir artinya bergerak ke arah hilir, sedangkan mudik adalah sebaliknya, bergerak ke arah hulu. Gerakan bolak-balik itu disebut hilir mudik.

Udik sering pula dimaknai tertinggal, atau ndeso. Dalam struktur ekonomi zaman dahulu daerah pesisir umumnya lebih maju, karena berada di garis depan dalam perdagangan dengan pihak luar. Kota-kota besar kita umumnya berada di pesisir. Daerah pedalaman biasanya lebih tertinggal. Maka orang-orang yang berasal dari daerah hulu/pedalaman sering diasosiasikan dengan orang-orang yang tertinggal.

Urbanisasi terjadi, orang-orang udik berdatangan ke kota pesisir untuk bekerja. Pada masa-masa libur, mereka pulang ke kampung halaman. Maka makna mudik kemudian bermakna pulang ke kampung
halaman.

Pada faktanya sekarang banyak orang yang mengaku mudik, tapi sebenarnya bergerak dari hilir ke hilir juga. Bila pembangunan lebih merata, daerah udik seharusnya tak perlu lagi tertinggal. Mudik bukan lagi pulang kampung, tapi bisa bermaka menuju ke pusat-pusat kegiatan ekonomi berbais pada sumber daya alam. Sayang, sebelum itu terjadi, makna kata mudik sudah lebih dahulu bergeser.

Ayo mudik menuju kesejahteraan ekonomi.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: