Menjadi Manusia

Published 25 September 2015 by endangkurnia

8

Menjadi manusia adalah menjadi sakit, tua, dan lupa. Dan menyadari betapa peradaban begitu mudah dihancurkan, untuk kemudian ditata kembali. Seperti merapikan maskara setelah kau menangis dan berpura-pura: tak terjadi apa-apa, bukan? Menjadi manusia berarti bersiap pada perubahan.

Kulit mengendur dan rambut beruban lalu perlahan gugur. Yang sulit adalah mengatur perasaan. Menampakkan kewajaran dan menyembunyikan tanda heran seolah berkata: kapan dan bagaimana hal itu terjadi, aku sudah menduganya. Sebab di tangan manusia waktu adalah percakapan rumah yang disediakan teh atau kopi, dan tayangan televisi.

Sementara cinta, entah bagaimana berulangkali kau mengejanya, adalah persoalan menepis sepi. Padahal keduanya adalah ruang penyekap abadi. Yang dengan menjadi manusia, kita belajar hidup dalam waktu yang cukup untuk menyatakan cinta sebesar-besarnya. Melebihi angan kita tentang hidup kita sendiri, terlebih apa yang jadi ruang lingkup kita sendiri sebagai manusia.

Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: