Mengusik

Published 25 September 2015 by endangkurnia

Tiba-tiba ketakutan itu hadir lagi. Mengusik. Sesungguhnya ketakutan itu hanyalah sekumpulan tanya yang tak pernah mampu aku jawab.

Adakah yang akan menangis untukku andai aku harus pergi dari dunia ini suatu hari nanti? Adakah yang akan merasa kehilangan? Adakah yang akan mendoakanku dengan setulusnya disetiap sujud-sujud panjang mereka? Adakah yang akan menyebut namaku dengan dada yang sesak oleh rindu? Siapa aku?

Lagi-lagi aku seperti dihempaskan ke sebuah sudut bernama sepi, dimana suaraku memantul sendiri dan memenuhi seluruh ruangan, lantas membuatku semakin diringkus rasa takut. Benarkah aku sendiri? Sepertinya aku lupa bahwa Tuhan senantiasa bersama hambaNya.

Aku berharap waktu hanyalah sebuah lintasan jalan yang bisa aku singgahi kapan saja aku ingin kembali. Atau andai saja aku diberi kemampuan untuk mengelabui waktu. Aku sungguh ingin kembali ke sebuah masa di mana aku hanyalah seorang gadis kecil dengan pemahaman-pemahaman yang belum genap, di mana tak perlu ada pertanyaan-pertanyaan semacam ini. Di mana aku bisa berlindung kapan pun ketakutan itu mencelat, aku tak perlu berpura-pura kuat.

Hidup, mungkin ramai, tapi bukankah pada hakikatnya semua jejak saling meninggalkan? Lantas pundak siapa yang bisa kujadikan tempat untuk bersandar manakala aku lelah mencari jawaban? Ada sajadah penggantinya, batinku.

Sudut sepi, suatu malam.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: