Melepas

Published 25 September 2015 by endangkurnia

11

Menurutku yang paling sulit dari sebuah perpisahan adalah melepaskan. Seperti memaksa sebagian paru-paru kita untuk tidak bernafas, hingga dada kita demikian sesak, lantas menjelma isak.

Namun, hari ini, meski tak pernah ada perpisahan, biarkan aku membukakan pintu sudut hati yang beberapa waktu ini kau tinggali. Aku melepasmu.

Ada sebagian rasa yang merasa tak rela, tapi aku ingin melakukan ini, maka biarkan saja tangis menjadi bahasa luka. Layaknya awan yang melepas resah lewat rintik hujan.

Tak banyak yang ingin kukatakan, selain berterima kasih atas segala keindahan yang hadir tanpa perlu diterjemahkan: senyuman, canda tawa, dan semua kenangan.

Waktu-waktu bersamamu adalah termasuk yang tak mudah untuk disingkirkan. Betapapun itu hanya carik-carik atau puing-puing yang terasa sulit untuk dirangkai dan dipersatukan. Setelah ini, aku ingin menyebutmu saudara, yang takkan pernah tergantikan.

Demam melanda saat ini saksinya. Hanya saja, kini tak ada lagi asa yang sama. Ya, tak pernah ada sesuatu yang memiliki kemiripan sempurna dalam waktu yang berbeda, kan?

Hari ini, kau boleh pergi dari harap, penantian, dan benakku.

Sampai jumpa lain waktu duhai yang dirindu.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: