Kecelakaan dan Ajal

Published 25 September 2015 by endangkurnia

1

Kalau ada orang mati karena kecelakaan, cepat orang menyebutnya sebagai “kehendak Tuhan”. Sudah ajal dia.

Setiap orang pasti mati. Lantas, apakah setiap orang cukup menyerah saja? Tidak. Gampang saja. Kita makan dan minum. Untuk apa? Supaya bertahan hidup. Kita juga dibekali dengan sistem pertahanan. Salah satunya sistem refleks, sehingga kita bereaksi cepat ketika ada bahaya di dekat kita. Bahkan kita dibekali dengan sistem pelaporan rasa sakit. Kalau kulit kita terbakar atau terluka, kita merasakan sakit. Rasa sakit itu adalah sistem deteksi dini terhadap bahaya. Maka ketika kita merasakan sakit, otak kita memerintahkan tubuh untuk menghindar.

Jadi, Tuhan sebenarnya sudah menyuruh kita untuk melindungi diri, menghindar dari bahaya. Tuhan membekali kita dengan perangkat-perangkat yang bisa melindungi kita dari bahaya. Termasuk otak kita yang membuat kita mampu berpikir untuk menghindari bahaya. Jadi, Tuhan tidak menghendaki kita celaka.

Ajal adalah ketetapan soal kematian. Tuhan menetapkan bahwa suatu saat kita akan mati. Tapi Tuhan tidak menetapkan bahwa suatu saat kita akan mengalami kecelakaan. Celaka atau tidak tergantung pada ikhtiar kita, baik secara individu maupun secara kolektif dalam suatu sistem.

Pada setiap kecelakaan kita bisa belajar, bahwa kecelakaan itu bisa dicegah untuk tidak terulang.

Allah telah menciptakan kita dengan indah jadi berhati-hatilah.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: