Akar Gantung

Published 25 September 2015 by endangkurnia

Akar gantung menjulur ke bawah, seolah mengukur segala yang tabah. Menelusur tiap jejak langkah: busur udara, karbon dioksida. Memelihara keras penampang kayu, menjaga yang waras dan tampak lugu.

Arah jemari ketika berdoa dengan suara tergugu, “Tuhanku. Tuhanku.” Begitulah penaku meneteskan tinta hijau. Menetaskan cinta pada engkau. Membuat kuat bahasa dengan melekat liatkan kata-kata. Supaya pohon diriku bernafas. Supaya yang aku mohon ini tak pernah lepas dan lekas.

Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: