Manusia yang Terzalimi

Published 18 Agustus 2015 by endangkurnia

download (2)

Penderitaan orang Rohingya memang menyedihkan. Tapi sebaiknya jangan buru-buru memainkan lakon tuding-tuding dengan jargon “Muslim dizalimi kafir”. Coba tengok ke tubuh kita, nanti kita bingung kalau kaca mata jargon itu tidak diganti.

Pernah dengar soal konflik Sambas? Itu konflik etnis antara suku Melayu Sambas dengan etnis pendatang dari Madura di tahun 2000-an. Dalam konflik itu orang-orang Madura diburu dan dibunuh. Harta mereka dirampas. Rumah-rumah mereka
diratakan, serata tanah. Mereka lari mengungsi ke Pontianak, tinggal di tempat umum seperti GOR. Ada ratusan bahkan mungkin seribuan orang jumlahnya.

Ketika keadaan sudah lebih tenang, mereka tetap tak bisa kembali. Masyarakat Sambas menolak. Setahun atau dua tahun mereka hidup di penampungan pengungsi. Ratusan orang hidup bersama dalam GOR.
Bisakah Anda bayangkan? Akhirnya bagi mereka disediakan lahan penampungan di suatu tempat.

Situasi penderitaan orang-orang Madura itu tak beda dengan orang Rohingya kini. Apakah ini soal muslim yang dizalimi kafir? Bukan. Melayu Sambas itu sama muslimnya dengan Madura. Maka kita akan kehilangan kata, telunjuk kita kelu di
hadapan fakta ini. Kezaliman terjadi ketika manusia membenci. Ketika manusia di pihak sana tak lagi terlihat sama dengan diri kita. Benci adalah dasarnya.

Adapun faktor pembeda bisa dicari-cari. Agama tentu adalah faktor pembeda yang paling garing untuk dibakar. Di luar itu perbedaan mazhab, suku, partai, orientasi seksual, beda kampung, bahkan tim sepak bola favorit, bisa dijadikan alasan untuk menzalimi orang.

Maka saya lebih suka melihat Rohingya itu sebagai manusia yang dizalimi manusia lain.

Mari peduli juga berdonasi.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: