Kiriman sayang: Rasul & Fatimah

Published 18 Agustus 2015 by endangkurnia

rasul

Tak ada yang lebih pilu rasanya dalam hati seorang ayah daripada mendengar tangisan anaknya, lebih-lebih anak perempuan. Setitik air mata kesedihan yang mengalir dari kelopak mata seorang putri adalah sepercik api yang membakar jantung, membuatnya kaku karena pilu, dan karena pilunya ia akan menangis kesakitan. Juga secercah duka yang menyelinap ke dalam hati adalah rintihan jiwa yang sungguh keras, terasa mencekik leher dan hampir pula menggenangi mata.

Itulah deskripsi yang dirasakan Rasulullah sewaktu Fatimah menangis membersihkan kepala Rasul yang dilempari tanah oleh pandir Quraisy.

Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kemampuanku serta kehinaan diriku di hadapan manusia. Wahai Tuhan yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Engkaulah yang melindungi yang lemah, dan Engkaulah Pelindungku. Kepada siapakah hendak kau serahkan nasibku? Kepada orang yang jauhkah yang berwajah muram kepadaku, atau kepada musuh yang akan menguasai diriku? Asalkan Engkau tidak murka kepadaku. Aku tidak peduli, sebab sungguh luas kenikmatan yang Kau limpahkan kepadaku. Aku berlindung kepada Nur Wajah-Mu yang menyinari kegelapan, dan karenanya yang membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat daripada kemurkaan-Mu yang akan Kau timpakan kepadaku. Engkaulah yang berhak menegurku hingga berkenan pada-Mu. Dan tiada daya dan upaya selain dengan-Mu jua.

Kiriman tulisan dari yang tersayang setelah diedit.

Salam rindu Rasul.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: