Catatan Alay Episode 11

Published 18 Agustus 2015 by endangkurnia

tenang

Salam, Dear.

Semoga tidak terlalu awal untuk berterima kasih, setidaknya karena kau rela tulang rusukmu menjadi sebentuk aku, yang mungkin jauh dari yang kau harapkan, tak seperti yang kau impikan dalam setiap angan. Walau entah kepada siapa aku ucapkan terima kasih itu.

Tapi inilah aku, yang namanya tertulis di Lauhul Mahfudz untuk menjadi hidupmu, untuk mengisi rongga diantara jemarimu, menguatkanmu, meski dengan kelemahan-kelemahanku.

Dear, aku bukan musisi yang bisa bernyanyi untukmu lagu-lagu romantis dengan merdu, hingga setiap nadanya menjadi pelebur jarak antara hatimu dan aku. Bukan pula pujangga yang mahir membuat sajak-sajak berirama yang akan mampu membuatmu terpaku saat engkau membacanya, hingga setiap katanya menjadi alasan engkau tak ingin beranjak.

Aku hanya perempuan sederhana, yang akan bangun setiap pagi untuk membukakan gorden di rumah kita, mencipta derit jendela, membiarkan sinar mentari masuk menimpa lantai hingga terlihat keperakan.

Aku hanya perempuan sederhana, yang akan selalu menyambutmu dengan senyum terbaik, dengan sapa yang hangat, dengan rasa yang tak berujung. Yang akan selalu menerimamu dengan segala duka laramu, dengan segala suka citamu, dan tak mengerti cara lain untuk mencintaimu selain cara-cara semacam itu.

Cerita sengaja dibuat bersambung berharap Allah sambungkan hati kita. Aamiin.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: