Senja Sholawat

Published 3 Mei 2015 by endangkurnia

melaut

Allahumma sholi ala Muhammad wa ala ali Muhammad, Allahumma sholi ala sayidina Muhammad wa ala ali sayidina Muhammad, kalimat itu terucap syahdu di ujung senja dalam sebuah perjalanan dengan orang terkasih dalam genggaman tangan. Kalimat itu seakan mampu mewakili seluruh perasaanku yang tak tentu arah. Mengajakku larut ke dalam dasar kesunyian, ke dalam kesyahduhan seolah tiada bertepi. Berharap sholawat yang terucap berlabuh pada yang dikirimi sholawat tetap dalam genggaman hangat.

Aku pernah membayangkan, pada suatu ketika nanti kita akan duduk-duduk di atas kapal kecil, di sepanjang pantai di dua sisi sungai Volga di mana deretan pohon-pohon menghijau. Di balik itu kita saksikan bangunan-bangunan kuno menjulang ke atas, seakan wajah kebesaran peradaban lama Rusia yang luka-luka, mengintip dan mempertontonkan diri. Salju turun dengan lembut menyentuh jaket tebal yang kita kenakan.

Atau bila itu tak terjadi, aku membayangkan kita sedang duduk di dalam kereta pada suatu hari yang mendung. Seketika kau duduk di sampingku, sementara aku tampak sibuk menatap ke arah jendela, menyaksikan hujan yang turun begitu deras. Dan kau terlelap di sampingku, tatkala lokomotif ditarik dengan kecepatan tinggi.

Namun menjelang maghrib kali ini, bayangan-bayangan itu lebur dalam sekejap. Pecah menjadi beberapa kepingan, menggumpal bersama darahku yang tak mengalir seperti biasanya.

Zie Senja Sholawat.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: