Remaja & Minuman Keras

Published 3 Mei 2015 by endangkurnia

bergaul

Banyak orang beranggapan bahwa kenakalan remaja itu terjadi akibat minuman keras. Tawuran, pencurian, bahkan pemerkosaan. Pelakunya mabuk, maka mereka melakukan kenakalan atau kejahatan. Karena itu minuman keras harus diperangi. Benarkah begitu?

Aku berteman dengan siapa saja. Ada dari temanku juga yang pemabuk. Tentu saja ada yang kemudian melakukan kenakalan yang lebih dari itu. Mencuri atau berkelahi.

Siapa mereka ini? Kenapa jadi begitu? Selidik demi selidik ternyata mereka tidak punya cita-cita. Mereka tidak punya mimpi. Kelak kalau sudah tamat sekolah mau ke mana. Orang tua juga tidak memberi pengarahan. Demikian pula guru-guru. Apa yang diomelkan orang tua maupun guru adalah hal-hal normatif: jangan nakal, jangan kurang ajar, jangan ini, jangan itu.

Hal lain adalah prestasi belajar mereka pas-pasan. Mereka terbiasa menerima kenyataan bahwa mereka tidak bisa. Tidak ada yang menyemangati bahwa mereka sebenarnya bisa. Anak pintar dipuji-puji, sedangkan mereka biasa dihina, baik oleh guru maupun orang tua.

Mereka adalah anak-anak yang tidak punya pembimbing. Kesepian, terasing. Sekali lagi, tidak punya keberanian untuk menatap masa depan. Jadi, apa makna hidup? Tak ada resiko yang harus mereka pertimbangkan. Maka mereka mencoba apa saja. Melakukan hal-hal yang bisa membuat mereka dianggap berani, dianggap hebat. Mereka butuh pengakuan.

Menurutku minuman keras itu bukan sebab kenakalan remaja. Minuman keras itu adalah akibat. Atau sekedar gejala saja. Jadi mengobati kenakalan remaja tidak bisa kita tempuh hanya dengan menjauhkan mereka dari akses ke minuman keras. Yang secara fundamental harus dilakukan adalah menemani para remaja itu. Kita harus mengajari mereka untuk bermimpi, meyakinkan mereka bahwa mereka bisa mencapai mimpi itu. Kita juga harus menghargai setiap bakat dan kemampuan yang mereka miliki, memberikan mereka jalan untuk menyalurkannya.

Ya, kita. Aku dan Anda. Kita semua, baik para orang tua, guru, kakak, saudara. Terhadap anak-anak bangsa ini. Terhadap semua.

Tentu saja kita perlu memberi penerangan soal bahaya minuman keras, khususnya bila dikonsumsi oleh remaja. Tapi kita tidak perlu menjadikan minuman keras sebagai musuh. Karena masalahnya memang bukan di situ.

Disamping itu kita juga perlu mendekatkan para remaja dengan agama. Itu yang harus diingat betul.

Menjadi sahabat untuk remaja yang mengkonsumsi minum keras.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: