Rasa Cinta_2

Published 3 Mei 2015 by endangkurnia

5

Cintailah sesamamu, saudaramu, keluargamu secara proposiaonal karna suatu ketika kamu akan merasakan kehilangan namun tidak pula melunturkan rasamu.

Kita telah kehilangan Rasulullah namun kita tidak boleh kehilangan rasa untuk tetap mencintainya sampai ajal datang merenggut.

Begitulah hakikatnya ketika kita mencintai saudara, keluarga kita. Hilang bukan berarti hilang pula rasa. Karna sesungguhnya cinta sejati tak akan pernah bisa menghapus rasa walaupun terpisah oleh jarak, waktu bahkan sekalipun telah berbeda alam.

Jangan sampai Allah mencabut rasamu karna jika itu terjadi maka duniamu adalah hampa dan matimu adalah sia-sia.

Oh..ada sebagian orang berkata cinta karna nafsu adalah palsu.

Jawaban tidaklah demikian karna hakikat cinta dasarnya dorongan napsu. Akan tetapi cinta sejati lahir dari nafsu-nafsu yang terkontrol, dan hanya berkeinginan yang bermanfaat dan harapan yang baik.

Kuncinya adalah, jangan sampai nafsu mengendalikan akal sehat karna akan melahirkan tabiat buruk atas nama cinta.

Buatlah satu titik hitam di tengah lembaran besar yang berwarna putih lalu tanyakan kepada manusia apa yang mereka lihat?

Pasti mereka semua akan mengatakan: “Kami melihat titik hitam”.

Mereka tidak menyebut tentang lembaran besar yang berwarna putih itu. Begitulah cinta jika telah ternodai maka hanya kotoran yang tampak dan pada saat itu maka sebenarnya tidak ada lagi tampak cinta melainkan hanya tampak noda.

Berbuka dengan hidangan rasa cinta.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: