Pengalaman Didebat

Published 3 Mei 2015 by endangkurnia

Pernah ada orang mendebat saya soal kapan Idul Fitri.

“Idul Fitri jatuh pada hari ini. Kalau Anda puasa pada hari ini haram hukumnya.”

“Sama. Bagi saya hari ini adalah 30 Ramadan. Kalau Anda tidak puasa hari ini, haram hukumnya.”

“Tapi hari ini Idul Fitri. Sudah bisa dipastikan.”

“Oleh siapa? Oleh manusia, bukan? Setahu saya tidak ada yang bisa dipastikan manusia.”

Tapi dia masih ngeyel, mengeluarkan dalil ini itu. Saya potong saja.

“Begini. Kalau saya yakin hari ini Idul Fitri, tapi saya tetap puasa, maka itu namanya ingkar kepada Allah. Saya tahu Allah melarang saya berpuasa di 1 Syawal tapi saya sengaja menantang. Sebaliknya berlaku juga untuk Anda. Tapi bila dengan keterbatasan manusia saya meyakini bahwa hari ini 30 Ramadan lalu saya berpuasa, tapi ternyata kebenaran hakikinya adalah hari ini 1 Syawal, maka Allah Maha Pengampun. Bagi Allah bukan soal kapan kita puasa yang penting, tapi dengan niat apa kita berpuasa. Kita berpuasa karena tunduk kepadaNya. Niat kitalah yang Ia nilai, bukan ketidak tahuan atau kelemahan kita.”

“Dalam hal kurban Allah mengatakan, “Tidak akan sampai kepadaKu daging maupun darah hewan kurban itu, melainkan ketakwaan kamu.” Demikian pula, bukan lapar dahaga dari puasamu yang akan sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan dan ketundukanmu.”

Pun terjadi pada saya yang akhir2 ini dinilai sesat karna tulisan saya tentang syiah. Ingat, ketakwaanmu yang Allah lihat bukan sekedar perdebatan.

Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: