Libur Jadi Penyair

Published 3 Mei 2015 by endangkurnia

niat

Sekali waktu,

aku libur jadi penyair.

Menyaru sebutir apel,

tapi pisau sepi membelahku.

Aku jadi kupu-kupu,

Sepi jadi ulat masa lalu.

Ada baiknya aku jadi biji saja.

Eh, dasar! Ada lalat

menghisap-hisap sisa manisku.

Kukemas diriku jadi kanvas.

Pucat putih itu.

Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: