Karunia Rizki

Published 3 Mei 2015 by endangkurnia

kerja

Mungkin kau tak tahu dimana rizkimu. Tapi rizkimu tahu dimana engkau. Dari langit, laut, gunung, dan lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rizkimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.

Tugas kita bukan mengkhawatirkan rizki atau bermuluk cita memiliki melainkan menyiapkan jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas tiap karunia.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia, dia alpa bahwa hakikat rizki bukanlah yang tertulis dalam angka tapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.

Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizki pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizki itu urusanNya.

Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Tapi rizki tak selalu terletak di pekerjaan kita, Allah taruh sekehendakNya.

Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa tapi Zam-zam justru terbit di kaki Ismail, bayinya. Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizki itu kejutan.

Ia kejutan untuk disyukuri hamba bertakwa, datang dari arah tak terduga. Tugas kita cuma menempuh jalan halal, Allah lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi yang terpenting di tiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia, jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, “Buat apa?”

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia lupa bahwa semua hanya “hak pakai” yang halalnya akan dihisab & haramnya akan diadzab.

Dengan itu kita mohon “Ihdinash Shirathal Mustaqim”, petunjuk ke jalan orang nan diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di akhirat. Bukan jalannya orang yang terkutuk apalagi jalan orang yang tersesat.

Maka segala puji hanya bagi Allah, hanya dengan nikmatNya-lah maka kesempurnaan menjadi paripurna”.

# Kesimpulan dari pembicaraan dengan seorang lelaki yang kusimpan namanya dan kuungkapkan nama orang tuanya yaitu Bapak Castro dan Bunda Turini.

Karunia rizki bagiku bisa mengenalmu.
Endless Kurnia,

2 comments on “Karunia Rizki

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: