Allah Tahu Niatmu

Published 3 Mei 2015 by endangkurnia

3

Setinggi apapun iman yg dimiliki dan betapapun banyaknya amal yg diperbuat sebagai pembuktian keimanannya, tetap saja butuh untuk dinasehati. (QS:103:3).

Nafsu kita yang sangat liar plus iblis yang begitu licik ditambah lingkungan sekitar yang terus menggoda, setiap saat memungkinkan untuk kita terperosok dibuatnya.

Dunia maya, sejatinya adalah salah satu media tuk saling menasehati. Dan kita patut bersyukur, bahwa semangat untuk itu, dari hari kehari terus makin menggelora. Meskipun secara pribadi, kadang masih sulit membedakan antara: nasehat atau caci maki. Mengingatkan atau mempermalukan. Menyadarkan atau menjatuhkan. Menyelamatkan atau menjerumuskan. Mencerahkan atau meracuni. Berbagi ilmu atau pamer ilmu. Bercanda atau mengolok-olok. Bijak atau tak berpendirian. Santun atau pengecut. Tanggung jawab atau sok berani. Dan masih banyak lagi.

Sungguh, kesemuanya sangat tergantung pada niat awal yang melatarinya. Dan kita tidak punya kuasa sedikitpun tuk bersilat lidah dan beradu argumentasi dengan Allah dalam hal ini. Sehalus apapun bisikan
yang berdetak dalam hati, niscaya tetap akan terdengar dengan sangat jelas di sisi-Nya.

Astagfirullah…
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: