Luck

Published 17 April 2015 by endangkurnia

berusaha

Kita sering salah lihat. Salah melihat kesuksesan orang. Dia sukses karena luck, beruntung. Dia beruntung. Aku tidak. Dia sukses, wajar saja karena dia orang beruntung. Aku tidak sukses, wajar saja, karena aku bukan orang beruntung. Ini takdir.

Masa sih? Iya, benar. Dia itu selalu beruntung. Selalu ada saja kesempatan dia untuk sukses, lebih maju lagi. Aku ini sangat jarang dapat kesempatan bagus.

Kenapa Tuhan begitu pilih kasih?

Ah, ini bukan soal Tuhan yang pilih kasih. Ini soal salah lihat.

Sebenarnya kita mendapat banyak kesempatan. Kesempatan kita untuk sukses selalu datang seperti oksigen mendatangi hidung kita, atau seperti titik-titik air hujan menerpa tubuh kota. Soalnya tinggal, apakah kita menghela napas menghirup oksigen atau tidak. Apakah kita membuka mulut untuk minum air atau tidak.

Tapi kenapa ada orang-orang tertentu yang selalu dapat kesempatan bagus, yang kemudian mengantarkan mereka ke jenjang sukses berkali-kali, sedangkan orang lain tidak? Begini. Ini sekali lagi soal salah lihat.

Orang yang kita sangka beruntung itu mendapat peluang atau kesempatan. Ia siap menerima peluang itu. Ia mempersiapkan diri, ia mengolah kesempatan itu. Persiapannya sungguh panjang sehingga kita bahkan tidak bisa mendeteksi bahwa ia sudah melakukan persiapan. Kita hanya sekedar melihat ia, sama seperti kita. Padahal berbeda.

Pemenang bahkan mencari kesempatan itu, menciptakan kesempatan. Peluang yang sebenarnya tidak begitu besar ia olah menjadi peluang dan kesempatan besar. Yang agak mustahil ia ubah menjadi kenyataan. Maka setiap peluang meninggalkan jejak dalam sejarah hidupnya, karena peluang itu menjadi faktor sukses dia.

Adapun para pecundang, mereka tidak siap mengolah kesempatan. Ada kesempatan datang, ia biarkan berlalu, karena tak sanggup mengolahnya. Bahkan sering kali ia tak sadar bahwa ia berhadapan dengan kesempatan bagus. Maka kesempatan itu lewat begitu saja. Kesempatan itu tidak meninggalkan jejak apapun dalam hidupnya. Maka ia tak pernah merasa mendapat kesempatan. Padahal kesempatan itu selalu datang.

Luck = Preparation + Opportunity.

Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: