Ilmu: Evaporasi

Published 17 April 2015 by endangkurnia

3

Dalam sebuah perjalanan, aku yang suka jadi guru di kereta api pada anak-anak memulai aksinya. Tiba pada pertanyaan rumit dari seorang anak SMP yang katanya suka sains, “Kak, kan air berubah menjadi uap kalau dipanaskan sampai suhu 100 derajat Celcius. Tapi mengapa air laut bisa menguap meskipun suhunya tidak mencapai 100 derajat?”. Bingung jawabnya, kena deh aku ke pelajaran fisika. Smartphone jadi korban aku pencet-pencet, “Sebentar ya, ada SMS masuk nih. Kerjakan dulu soal bahasa Inggrisnya nanti dijawab pertanyaan itu”. Ini pertanyaan yang sebetulnya sering ditanyakan oleh banyak orang termasuk aku juga kamu kan?hehe.

Tara… aku dapat penjelasan dari mbah Google. Dia teman terbaikku setelah buku. Ini kutulis lengkap untuk si adik SMP yang pernah bertanya pada guru di kereta, atau siapa saja yang punya pertanyaan seperti si adik itu.

Peristiwa penguapan air laut itu disebut evaporasi. Evaporasi adalah suatu bentuk penguapan, tapi ia berbeda dengan penguapan pada suhu panas. Persamaannya adalah pada evaporasi molekul melepaskan diri dari gerompolan molekul lain, sama seperti proses air berubah menjadi uap kalau dipanaskan sampai suhu 100 derajat Celcius. Perbedaannya adalah evaporasi hanya meliputi pelepasan molekul pada permukaan, dan energi yang diperlukan untuk proses ini relatif rendah.

Bagaimana proses terjadinya? Air dalam gelas tidak punya cukup tenaga untuk membuat molekulnya melepaskan diri. Tapi dengan sedikit tambahan energi panas molekul akan bergerak lebih cepat, dan saling bertumbukan. Tumbukan ini menimbulkan perpindahan energi, sehingga ada molekul yang mendapat tambahan energi, sehingga ia memiliki energi yang cukup untuk melepaskan diri. Hal menarik, untuk melepaskan diri tadi molekul yang pergi menerima energi dari molekul lain. Artinya ada molekul yang berkurang energinya. Inilah yang menyebabkan kulit kita terasa dingin saat terkena alkohol. Tenaga panas yang tadinya ada di kulit kita berkurang karena dipakai oleh alkohol untuk menguap. Hal yang sama terjadi saat kita berkeringat.

Evaporasi dipengaruhi banyak faktor. Selain suhu ada pula kelembaban, serta aliran. Aliran yang cepat antara gas dan permukaan zat cair akan mempercepat proses evaporasi. Karena itu jemuran lebih cepat kering pada cuaca berangin. Pada saat kita meniup kopi panas, kita memberikan aliran udara di permukaan air kopi, membuat sebagian molekulnya menguap, dan yang tertinggal menjadi lebih dingin karena energinya dipinjamkan kepada molekul yang menguap.

Pada wadah terbuka seperti gambar kiri pada foto di atas zat cair (air) akan terus menguap. Tapi bila wadah kita tutup, uap yang terus bertambah, sehingga akan mengubah tekanan di dalam wadah. Tekanan ini kemudian akan mengubah uap tadi menjadi cair kembali. Jadi, itulah yang membuat evaporasi tidak hanya ditentukan oleh suhu saja, tapi juga oleh kelembaban udara. Pada udara yang lembab evaporasi lebih sulit terjadi.

Inilah kekuasaan Allah. Semakin berilmu harusnya semakin dekat pada Allah karna lebih tahu akan kuasa-kuasa-Nya di alam semesta, atau disebut ayat kauniyah. Evaporasi ilmu (Penguapan ilmu) sama dengan peneguhan iman.

Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: