Dialog Lanjutan tentang Sihir

Published 17 April 2015 by endangkurnia

1

+ Kak, kenapa kita disuruh membaca surat tertentu untuk terhindar dari sihir?

– Sebetulnya surat apa saja bisa. Intinya zikir.

+ Maksudnya gimana?

– Zikir itu ingat. Bahasa Jawanya eling. Ingat dan waspada. Ingat apa? Ingat Allah dan ingat diri.

+ Ih, apa sih yang diingat?

– Pertama ingat Allah, ingat kekuasaan maupun kasih sayangNya. Kedua, ingat diri, betapa kecilnya kita di hadapan Allah. Lalu, tidak ada posisi diantara kita dengan Allah. Selain Allah adalah makhluk, artinya semua sejajar dengan kita. Maka tidak boleh ada rasa takut. Laa haulaa walaa quwwata illaa billah. Kita hanya percaya pada satu kekuatan. Di luar itu pasti bisa kita hadapi.

– Ingat juga bermakna kontrol. Orang yang terhipnotis misalnya orang yang lemah kontrol. Sederhana aja. Ada orang diberi tahu bahwa ia menang undian berhadiah puluhan juta. Ia percaya dan senang, lalu lepas kontrol. Ia ikut saja perintah orang. Ujungnya tertipu. Jadi zikir itu mengingat Allah, agar napsu tidak menguasai pikiran kita. Dengan begitu kita tidak kehilangan nalar.

– Jadi paham, kan? Kamu nggak boleh takut lagi sama setan? Setan itu sama lemahnya dengan kita.

+ Aku nggak takut kok. Masha tuh yang penakut.

* Yaaa, tiap orang kan beda-beda, kata Masha sambil ngeloyor pergi.

Ini catatan ringan, referensi yang sekiranya menunjang dipersilahkan masuk rujukannya biar si kakak juga banyak tahu tanpa sok tahu.

Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: