CBR: Sekilas Mengenalmu

Published 17 April 2015 by endangkurnia

1

Aku ingin lebih serius tapi santai mengenalmu, mendekatimu, mengikutimu dan sampai pada akhirnya bertemu denganmu setiap hari bahkan setiap saat. Sangat mungkin Allah bisa mempersatukan aku denganmu, karenanya aku harus terus beramal baik agar bisa dipadankan denganmu yang sudah baik.

Habibi, izinkah aku menyapamu kasih karna aku asli wanita Indonesia. Kebiasaan disini untuk orang yang dicinta akan memanggil ‘sayang’ atau ‘kasih’. Kupilih kasih untukmu.

Kasih, mengenalmu seperti sebuah keajaiban. Kau mengais aku dari lorong pengap bernama gulita, lantas menjadi cahaya yang membuatku berhenti meraba, mencari. Pantas saja kau disebut sebagai nur fauqo kula nur, cahaya diatas cahaya. Kau menjadi melodi di ujung sunyi, menjadi syukur manakala aku tersungkur sampai akhirnya aku terpekur akan dirimu yang berbudi luhur.

Lalu rasaku mulai menemukan rumah untuk pulang. Aku seperti menemukan muara yang akan merengkuh aku dengan rentang yang paling menghangatkan, manakala aku tak lagi memiliki daya lantas larung terbawa arus. Bersamamu aku merasa aman, bersamamu aku diterima apa adanya.

Bagiku, adakalanya kau laksana ibu yang amat penyayang, kau bagai ayah yang mengasihi dan bijak, adakalanya macam kawan yang membela dan setia, adakalanya dirasakan guru yang terus memberi ilmu, adakalanya bagaikan pemimpin yang mencontohkan keteladanan pemimpin, dan adakalanya juga bagaikan ketua tentara yang memimpin peperangan terlepas dari kebingasan. Jika aku perhatikan, setiap orang yang bertemu denganmu merasakan ramah tamah yang melebihi putri raja. Karena akhlakmu yang tinggi, kau dapat pujian dari Tuhan, yang terpuji. Keberanianmu luar biasa, sanggup berjalan di hadapan musuh-musuhnya seorang diri, tidak sedikit pun takut dengan para koruptor apalagi penguasa pengeruk harta rakyat. Jika saja kau mencalonkan presiden, aku siap jadi tim sukses fanatikmu. Setiap orang yang meminta, kau tidak pernah mengekecewakan, sekalipun terpaksa berhutang dengan manusia.

Kasih, lama aku merasa bagaikan putri kecil yang ditimang di halusnya cinta. Kasihmu, sayangmu, sapamu, senyummu, candamu, tatapmu menjelma sayap-sayap yang membuat aku mampu untuk terbang, menembus lapisan awan yang mulanya kupikir adalah batas yang tak bisa kulampaui.

Karena menegakkan kebenaran, kau pernah dilempar dengan najis, dilempar dengan batu hingga berdarah, dibuang di sebuah tempat selama tiga tahun, dikepung hendak dibunuh, berhijrah meninggalkan tanah air dan mendapat berbagai kesusahan dan penderitaan. Karena itulah aku harusnya tak boleh cengeng jika ada yang menghinaku sebatas cemoohan di mulut.

Pada suatu hari, toh ada masanya badai harus singgah. Aku seperti terlempar ke titik nol dari sekian ribu angka yang kubilang saat aku berlari, merentas segalanya. Aku seperti seorang buta yang pada akhirnya memiliki kesempatan untuk melihat dunia, bahwa ada musim pasang airmata, ada hujan deras yang belum reda, ada padang luka yang berlangit prasangka.

Adanya dirimu bukan untuk aku miliki, namun untuk aku ikuti dengan sepenuh cinta supaya mendapat cinta dari Yang Maha Cinta. Dan bukankah kasih tak pernah mengharapkan lebih dari kebahagiaan orang yang dikasihi? Kini, aku tak ingin merasa memilikimu, agar tak perlu ada kehilangan yang menjadi alasan untuk terluka, biarlah kasih yang akan menuntunku pada doa-doa saat rindu perlahan mendera, berharap kau selalu ada dalam setiap hidupku. Ya Kasih, hadirmu dalam hidupku rasanya lebih dari cukup untuk mengobati segala duka.

Mari berbahagia, Kasih. Hilangkan segala gundah yang menyelusup di dada…
Allahumma sholli ‘ala Muhammad.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: