Tak Usah Menunggu

Published 10 Januari 2015 by endangkurnia

Sedang aku tahu, tak mungkin lagi bagiku untuk hadir ke hadapanmu dengan membawa seraut pilu. Kau telah memintaku bungkam, sedang hati selalu sulit untuk meredam debar.

“Tak usah menunggu,” katamu.

Ah, bahkan kau tak pernah mengharap dermaga untuk tempatmu berlabuh. Maka kubiarkan luka-luka mengemasi setiap ruas penantian, untuk kemudian kujejalkan di selengkung senyuman.

Lantas kini, siapa aku ini?

Yang bahkan tak memiliki kuasa untuk merinai menjelma hujan atas langit mendungku sendiri.

Musim hujan euy
Endless Kurnia,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: