Mengucapkan “Selamat Natal” Bagi Mereka Kepada Mereka

Published 10 Januari 2015 by endangkurnia

Ada yang mengklaim haramnya melakukan itu berdasarkan ijma’. Fine.

Tapi ada yang bukannya ikut menentang pengucapan itu, malah menyibukkan meneliti supaya punya pegangan bahwa itu bukanlah ijma’.

Sementara saudara-saudara muslimnya yang mengucapkan ‘selamat natal’ didiamkan.

Jadi, ilmu itu untuk main seru-seruan, main banyak-banyakan tabungan maklumat, main diskusi-diskusian, main banyak-anyakan artikel, dan efeknya untuk qalbu?

Efeknya untuk kecemburuan di dalam
Islam dan Tauhid?

Efeknya untuk kekhusyuan?

Efeknya untuk memperbanyak tangisan
di hadapan Allah?

Adakah?

Lalu, klaimnya: “Mas Bro en mba Sist, ini masalah ilmiah, bukan masalah emosi.”

Hellow? Tidak semua yang menabung
ilmu banyak pasti selamat dari adzab.

Jadi, kalau memang itu tidak ijma’, berarti boleh mengucapkan “Selamat Natal” kepada mereka? Or, once more: “Ini masalah khilafiyyah.”

Di antara musibah bagi kita para pelajar muslim yang sedang mencari ilmu adalah:
– Minimnya kekhusyu’an dan peresapan, dan
– Minimnya kecemburuan dalam Islam
(Shiraath Mustaqiim)

Tapi giliran masalah sektarian dan perpecahan, kecemburuannya hidup. Diskusi sana-sini, ngalor-ngidul, dan tak pernah selesai permasalahan.

Hukuman berat bagi pencari ilmu: ilmunya tidak bermanfaat baginya.

Tegas aja !
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: