Ling – 3

Published 10 Januari 2015 by endangkurnia

Terkadang Ling, aku berpikir untuk bersembunyi, dari rasaku, dari sosokmu, dari hadirmu, dari segala hal tentang kita. Bersembunyi di balik benteng keangkuhan yang tak kasat mata kudirikan, berdinding senyuman dan selarik kata, “aku baik-baik saja.” Agar jika jalan kita terluka, tak perlu ada air mata yang harus kuseka, tak perlu ada tangisku yang membuatmu iba, tak perlu ada beban yang memberatkan langkah kita. Agar tak ada perih yang mengabadi di hati, agar tak perlu ada benci yang membuat kita terpental ke sudut yang berbeda, agar aku tak perlu merasakan sakitnya menjadi tak berarti.

Benarlah bahwa aku ini bukan sesiapamu yang lantas menjadi penting untuk kau hiraukan, tapi Ling, kumohon, jika masanya tiba, jika benar kau hendak pergi, biarkan aku mendengar salam pamitmu untuk setidaknya menjadi penawar setiap kekecewaan. Karena kita bisa terus bersaudara, yang saling menepukkan kekuatan untuk selalu tegar menghadapi kehidupan. Karena kita bisa menjadi sekarib teman yang saling berbagi bekal untuk berperjalanan merentas padang pencarian.

Ling, catatan ini hanya wujud dari labirin rasa yang begitu saja tercipta di dalam benak. Semoga tidak mengganggumu.

Terima kasih, Ling.

Semoga kini kau tidak sedang tersesat 🙂
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: