Delima Merah

Published 10 Januari 2015 by endangkurnia

delima

Mudah sekali aku terbelah, memburaikan bebijian dan kekejian, sampai dunia seolah kacang kenari yang disia-siakan burung.

Mudah sekali aku mendapatkan perhatian, menjadi yang diperebutkan, hingga dari segala lubang di dalam kotak ini, menyembul aneka kepala burung.

Meski demikian, sebagai delima merah, aku tak bisa membayangkan dengan benar; paruh-paruh itu atau pisau lebih nyeri dari sepiku. Sempit lubang atau pengap kotak lebih menyekap atau akan membebaskanku:

Dari perumpamaan bebijian yang jatuh ke tanah berbatu dalam pikiranmu itu. Pikiran yang tumbuh setabah dan sehebat pepohonan, muasal para burung.

Delima merah diantara merahnya delima.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: