Catatan Alay Episode 7

Published 10 Januari 2015 by endangkurnia

Dear, aku ingin menyebut perjumpaan kita sebagai perjalanan melawan sepi. Di mana langkah kita yang awalnya berjejak terka, pada akhirnya akan saling menemukan derapnya. Pada hatiku, pada hatimu.

Mungkin, sesekali jalan kita akan riuh oleh lagu-lagu yang kita nyanyikan berdua meski dengan nada sumbang, oleh tawa kita yang sebabnya terkadang mengabur, oleh rengek manjaku, oleh bujuk rayumu, oleh mimpi-mimpi yang saling kita bagi, yang semuanya akan bermuara pada perayaan paling hikmah dan berkah: nikah.

Hmm, angan tentangmu itu sebenarnya hanya membuatku semakin rindu, tapi rindu ini yang membuatku semakin terpekur dalam doa. Kabar baiknya, Tuhan kita tak pernah bosan mendengarkan doa yang sama, meski telah berpuluh kali terlantunkan. Jadi semoga, Tuhan mendekatkan jarak kita. Aamiin

Dari aku, yang merindu.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: