Bekerja untuk Tuhan

Published 10 Januari 2015 by endangkurnia

kerja

Setiap kita adalah karyawan-karyawan kehidupan dari sebuah perusahaan besar bernama Dunia.

Kita, tidak pernah minta untuk dilahirkan ke dunia ini. Namun pada perjalanannya kita diharuskan untuk beribadah kepada Dia yang menciptakan kita. Kenapa?

Seringkali pertanyaan di atas terpikirkan olehku. Bahkan sebagian dari kita mungkin masih mencari-cari jawabannya. Padahal, jawabannya sudah terbentang sejauh mata memandang di hadapan kita.

Bekerjalah kepada saya, dan saya akan menggaji Anda dengan baik

Ketika ada seorang pemilik sebuah perusahaan besar dan dia ingin sekali menolong kehidupan kita agar menjadi lebih baik, apa kira-kira yang akan dilakukannya?

Memberikan uang secara langsung jelas bukan pemikiran seorang pengusaha. Maka kejadian yang paling mungkin adalah, kita akan dipanggil ke kantornya dan kita akan diminta bekerja di sana dengan gaji yang telah ditetapkan. Jika kerja kita terbukti bagus, kita mungkin akan diangkat ke jabatan yang lebih tinggi, atau akan mendapatkan bonus selain gaji, atau tunjangan ketika pensiun nanti. Akan tetapi jika ternyata kinerja kita buruk, maka jelas sanksi telah menanti. Dari sekedar pemotongan gaji sampai pada pemecatan dengan tidak hormat.

Begitu pula ketika Allah ingin menolong kita. Diciptakanlah kita ke dunia ini. Diberikanlah kita arahan-arahan untuk membimbing kita. Tugas kita kemudian adalah bersungguh-sungguh untuk mengerjakan jobdesc yang telah diberikan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Namun Allah bukan seperti si pengusaha tersebut yang baru akan menggaji kita ketika kita telah menyelesaikan pekerjaan kita. Kita telah digaji Allah -bahkan- sebelum kita bisa berbuat apa-apa.

Dan jika kita tercatat sebagai karyawan yang disiplin dan berdedikasi tinggi, maka ketika kitaresign dari dunia ini nanti, kita masih akan mendapatkan “tunjangan pensiun” bernama amal jaariyah yang tak pernah putus.

Maka setiap kita adalah karyawan-karyawan kehidupan dari sebuah perusahaan besar bernama Dunia.

Atasan kita adalah Allah, pemilik segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.

Jobdesc kita adalah Kitabullah dan Sunnah RasulNya.

Gaji kita adalah segala macam bentuk rejeki, penghormatan dari makhluk lain, ketentraman hidup, kebahagiaan dan kemudahan dalam setiap urusan.

Sanki bagi kita adalah segala kesulitan dan kesempitan hidup.

Ditulis di kantor Bina Insan Gemilag “Sekolah Perhotelan dan Kapal Pesiar” cabang Purwokerto.
Endless Kurnia,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: