Apakah Ini Rindu?

Published 10 Januari 2015 by endangkurnia

Terkadang aku khawatir tak mampu membedakan antara mencintaimu dan mencintai jarak, karena sering rasaku mengiba pada jeda agar tiada. Sedang ruang terlalu membentang untuk ditentang.

Bukankah cinta seharusnya tak lagi mempersoalkan tentang rentang? Tapi mengapa hati terlalu sulit untuk digurui?

Ah, masihkah ini cinta saat diri selalu berharap raga dapat bersua? Sedang rindu sesungguhnya selalu menemuimu lewat doa-doa yang tak pernah usai dirapalkan pada Sang Maha Segala. Aku resah karena takut cinta yang kumiliki akan terlalu tersita oleh cinta pada kata “sama”. Sama ruang, sama rasa, sama asa. Lalu aku alpa untuk mencintai-Nya sepenuh jiwa.

Tapi, bagaimana pun aku ingin kau yakin bahwa debar itu milikmu, selalu. Bahwa langkah-langkah yang sesekali meninggalkan lembab air mata itupun milikmu, selalu. Entah dengan atau tanpa jarak, cinta itu telah sempurna mengerak, di semua sisi hidupku. Di selaksa asa, di setiap hembus udara, di sudut dada, di segala masa.

Entahlah. Aku hanya demikian gelisah menerjemahkan setiap getar manakala bayangmu meluapi benak, tapi jarak antara kita tak juga kunjung retak.

Aku ingin berlari. Melintasi semua gusar yang meninabobokanku setiap malam. Melangkahi harapan-harapan yang terkadang menyisakan nyeri di dalam hati, karena kau hanya mampu menyelusup ke seruas mimpi. Melewati kenyataan bahwa kau tak di sini, di sampingku.

Ling… Apakah ini rindu?
Endless Kurnia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: