Menasehati Diri

Published 18 Juni 2014 by endangkurnia

Ini adalah catatan pertama setelah akun di facebook berubah nama menjadi Endless Kurnia, bukan ingin numpang keren dengan nama tersebut, hanya saja itu nama tuntutan jualan (tuntutan penerbit). Ah, bukan biacara soal nama kali ini. Aku ingin menulis tentang nasehat-nasehat pribadi yang kutulis di draft handphone dan laptop selama 4 bulan ini. Baiklah aku mulai ketik isi nasehat tersebut.

Dalam hidup, akan selalu ada orang yg tak menyukaimu, namun itu bukan urusanmu. Lakukan apa yg kamu anggap benar dan nikmatilah. Ambil pelajaran dari masa lalu, tinggalkan sisanya. Jangan biarkan belenggu kesedihan menutup jalanmu menuju masa depan. Jangan hiraukan mereka yg berbicara buruk di belakangmu, karena merekalah yg bodoh menghabiskan waktunya memikirkan tentangmu. Hargai orang lain, siapapun itu, dan jangan pernah menaruh dendam kepada siapapun. Isi setiap harimu dengan kebaikan. Jika kamu tak mampu menghargai dirimu sendiri, tak ada orang yg mampu menghargaimu. Terima dirimu apa adanya. Jadi dirimu sendiri.

Saat kamu terjatuh, tersenyumlah. Karena orang yg pernah jatuh adalah orang yg sedang berjalan menuju keberhasilan. Terkadang, seseorang lebih memilih tuk tersenyum, hanya karena tak ingin menjelaskan mengapa dia bersedih.

Hidup bukan tentang seberapa besar kesalahanmu di masa lalu, tapi tentang bagaimana kamu memperbaiki diri dan kuat menjalani hari. Hidup terlalu singkat tuk mencemaskan hal kecil. Nikmati apa yg kamu miliki hari ini, bukan apa yg mungkin kamu miliki esok hari. Jangan berubah hanya karena ada yg tak menyukaimu. Jadi dirimu sendiri, akan selalu ada seseorang yg menyayangimu apa adanya. Kita tidak sendirian dalam gelap, jalan kita akan terungkap saat kita bergerak. Hidup ini kamu yg jalani, lakukan apapun yg ingin kamu lakukan, tapi pastikan itu sebuah cerita yg kelak pantas tuk diceritakan.

Yup… itu dia nasehatnya yang kutulis selama 4 bulan, hanya 3 paragfraf? Ya, hanya itu… Sedikit memang, tapi kutulis dengan penuh optimisme saat air mata mulai menggoda. Jadi stop menangis dan start berubah untuk lebih baik. Anak jaman sekaran bilang, “Move on…”..hehe Salam,

E. Kurnia

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: