Selamat Berjuang, Imeh…

Published 13 Januari 2012 by endangkurnia

Teman-temanku yang lajang mulai berkurang satu persatu. Termasuk teman yang kuanggap super baik ini.

Kalo ada yang minta kado kulkas untuk pernikahan selain diminta kehadirannya, maka temanku yang satu ini hanya meminta kehadiran selebritis nggak penting ini di upacara pernikahan mereka…hehe

Halimah Rasyid atau nama bekennya adalah Imeh, teman berbagi suka dan duka selama masa kuliah. Awal dekat dengannya saat PPL di sebuah SMA ternama di Cirebon, katanya. Awalnya diri ini menolak mati-matian (untung bukan mati beneran…hehe) untuk menerima lapang dada bahwa satu tim dengannya. Ah, dia orang terkenal di English Department di masa angkatanku, dia sering menyapa teman sekelasku yang paling care, Aat, tapi tidak dengannku. Menyebalkan bukan?

Semuanya berubah, ternyata dia teman luar biasa cerdas dan perhatian. Teman yang tenyata berkepribadian keibuan, beruntung deh bias menikahi temanku ini pasti anak-anaknya tidak kekurangan kasih sayang ibunya kelak. Masa PPL itu aku dalam emosi di taraf bawah, aku tengah belajar sabar akan kasih sayang Allah saat itu dan saksinya adalah temanku yang beberapa jam ini akan mengucap ijab qobul. Ya, sengaja aku deadline menulis hanya untukmu, Imeh.

Kepada temanku, aku meminta maaf karena tak bisa membantu prosesi bersejarah seperti yang telah di janjikan sebelumnya untuk menjadi pagar betis. Aku tahu, seharusnya aku meluangkan waktu untuk datang dan memaksakan diri untuk membantu, tapi sayangnya, temanmu ini termasuk keras kepala soal urusan ‘keluarga’, ketidakhadiranku menjadi pagar betis bukan berarti aku tidak peduli akan kebahagiaanmu. Sungguh, aku berdoa supaya kalian berbahagia dengan keputusan kalian untuk berbagi hidup dengan The Right Man itu, maklum aku belum berkenalan dengan si mas mu (hehehe). Tapi dengan tulus, aku mendoakan kalian.

Pesanku pada kalian, sabar ya… hehehehehe serius, di zaman seperti ini, aku tidak yakin cinta bisa mengatasi segalanya. Butuh kesabaran, kepasrahan dan kedisiplinan kuat untuk berbagi hidup dengannya.

Seorang tokoh pada buku yang kubaca yaitu Ken, pernah bertanya pada Vega, apakah itu pernikahan. Lalu Vega menjawab, pernikahan adalah peleburan dua ketakutan untuk menjadi satu keberanian, seperti mantra kuno, racun + racun = obat, nah ini takut + takut = berani. Dua manusia yang takut sendiri lalu melebur jadi satu untuk kemudian menjadi berani.

Hiroko, sahabat N.H Dini, seperti yang diceritakan di Jepun negerinya, Hiroko dan yang karakternya dipinjam untuk novel Hiroko, dengan nama tokoh yang sama, pernah berkata bahwa pernikahan adalah sebuah ruangan dimana yang di luar ingin masuk dan yang di dalam ingin keluar.

Menurutku, pernikahan itu fase hidup yang memang sudah digariskan untuk kalian lewati. Halah, nggak penting banget pendapatku ya…

Aku percaya, segala sesuatunya memang indah pada waktunya dan aku berharap, ini memang waktu kalian dan aku juga berharap waktuku akan tiba pada hari yang indah mendatang, hehehe ngarep…

Bertumbuhlah bersama, pupuklah kesabaran dan komitmen kalian.

Aku terharu….

Sudahlah, makin lama obrolan ini makin mengharu biru. Intinya aku mau bilang: SELAMAT BERJUANG! eits… aku bukannya sinis akan pernikahan, aku hanya menghindari ucapan selamat berbahagia, lagi-lagi karena menurut Vega, kebahagian itu salah satu yang harus diperjuangkan… Setuju nggak?

SELAMAT! Doakan aku juga ya ya ya… 🙂

###

Endless Kurnia

Cirebon, 3 Desember 2011, 09.15 WIB

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: