Merindu (31)

Published 27 April 2011 by endangkurnia

Aku ingin hidup tenang, tapi selalu saja ada kekacauan. Ironis memang ketika si pelaku adalah saudara sendiri, muslim. Parahnya, para tokoh agama pun latah bebuat kekacauan. Ada banyak yg berhaji tapi tetap korupsi. Ada banyak ahli agama, tapi tak tahan untuk menipu yg lain. Ada banyak jenis lainnya yg membuatku kebingungan dgn segala kekacauan ini. Dan yg lebih parah lagi aku hanya bisa menggerutu dgn kekacauan yg ada.

Jumlah muslim yg banyak tapi tak mempunyai kemampuan apa-apa, terombang-ambing, persis seperti buih di atas ombak lautan. Saat ini, aku-kita hidup di tengah masyarakat yg memiliki banyak teori dan hafalan, tapi lupa untuk mempraktikannya. Teori saja tak bisa membuat perut kenyang , perut lapar membutuhkan tindakan nyata: makan.

Sang kekasih telah memberitahukan apa yg menjadi penyebab zaman sekacau ini. “Bila masyarakat sudah membenci orang miskin dan menonjol-nonjolkan kehidupan dunia, serta rakus dalam mengumpulkan harta, mereka ditimpa 4 bencana: zaman yg berat, pemimpin yg lalim, penegak hukum yg khianat, dan musuh yg mengancam.”(HR. Ad-Dailimi)

“Kenapa agama diam saja?”. Maka jawabannya adalah agama ditentukan oleh pelakunya. Barangsiapa mengaku Islam yg tak sebatas Islam KTP. Bila agama diam, berarti para pelakunya sudah lupa pada aturan yg dibuat Ilahi sebagaimana yg dicontohkan sang kekasih hati.

Karenanya, bagi Anda yg mencari lowongan pekerjaan maka bergegaslah melamar lowongan pekerjaan ini. Kesempatan untuk menjadi para pemain dgn produser tiada bandin, Allah. Dimana disutradarai oleh Rasulullah Saw. Segera casting, tempat tak terbatas. Daripada merindu dengan menganggur, bergegas melamar jadi aktor atau aktris favorit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: