Gadis Indramayu (5)

Published 19 Maret 2011 by endangkurnia

Episode: Bagaimana ia Tidur….??

Tatkala istriku melihatku berbaring di atas kasur, berubahlah raut wajahnya. Ia menoleh kepadaku dan berkata: ”Suamiku, engkau tidur?”

Aku jawab: ”Iya, bukankah ini dapat memulihkan tenaga dari keletihan!”

Dia berkata: ”Masya Allah…dalam situasi masalah seperti ini engkau tidur!! Kita hidup dalam posisi yang membutuhkan pertolongan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Bangunlah, minta pertolongan kepada Allah, ini adalah waktu yang tepat untuk memohon pertolongan”. Lalu aku bangun dan sholat sesuai dengan apa yang Allah Subhanahu Wata’ala kehendaki bagiku untuk sholat, kemudian tidur. Adapun dia, berdiri dan Sholat dan terus Sholat. Setiap bangun aku melihat adakalanya ia sedang ruku’, sujud, berdiri, berdo’a, atau menangis sampai waktu terbitnya fajar. Lalu dia membangunkanku dan berkata: ”Waktu fajar telah masuk, marilah kita sholat berjamaah”. Aku bangun lalu berwudhu’. Kemudian kami Sholat dan tidur sedikit.

Setelah terbitnya matahari, ia membangunkanku dan berkata: ”Mari kita pergi ke Kantor Imigrasi!!”

Aku berkata kepadanya: ”Kita pergi ke kantor imigrasi untuk keperluan apa? mana foto?? Bukankah kita tidak memiliki foto yang mereka inginkan?”

Ia berkata: ”Kita pergi untuk mengusahakannya. Jangan putus asa dari karunia Allah Subhanahu Wata’ala”.

Lalu kami pergi. Demi Allah…bukanlah yang pertama kali bagi kami menginjakan kaki dari beberapa Kantor imigrasi. Mereka melihat istriku dan dapat mengenal dari bentuk hijabnya. Tiba-tiba seorang pegawai memanggil istriku. “Engkau wahai Fatimah?”

Istriku menyahut: “Iya!”.

Dia berkata: ”Ambillah paspormu, sudah selesai lengkap dengan fotomu yang berhijab”.

Istriku sangat gembira, lalu ia menoleh kepadaku dan berkata: ”Bukankah sudah ku katakan padamu…“Siapa yang bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala, pasti Dia memberikannya jalan keluar”. (Surat: Ath-Thalaaq ayat 2).

Disaat kami ingin keluar, seorang pegawai berkata kepada kami: ”Kalian mesti kembali ke kota tempat asalmu yakni Indramayu dan menyelesaikan paspor yang diketahui pihak kabupaten”. Lalu kami kembali ke kota Indramayu. Aku berkata dalam hati, “Ini adalah kesempatan untuk menemui keluarganya sebelum kami pergi dari Indonesia”. Sampailah kami di kota keluarganya. Kami menyewa kamar di sebuah hotel dan menyelesaikan urusan paspor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: