RINDU KAMPUNG HALAMAN

Published 4 Agustus 2010 by endangkurnia

Senja di sore ini hamparan kisah semua tertutup dengan rapih dan bisu, seakan semua setuju dan menerima ke tentuan sang riwayat, entah bila di kumpulkan tulang belulang manusia secara utuh mungkin lebih besar dari ukuran bumi ini, dari awal manusia sampai akhir zaman, semua tenang dan hening sepertinya di tiap pemakaman manusia, hening dan tenang adalah isyarat bahasa alam untuk manusia yang mengerti dan peka, yang mengerti bahwa telah di kubur bilangan manusia yang sholeh dan mulia, sadar dan taqwa bahwa semua telah ada di dalam catatan yang Maha Pencipta awal dan akhir, walaupun lebih banyak ujian hidup yang kecil dan besar datang dan pergi, walaupun hidup miskin atau kaya raya dan banyak menahan diri karena tiada kemampuan dan ta’at pada agama, juga kadang sakit ringan atau sakit berat sehingga menjadi akhir dari pelita kehidupan dunia, sehingga sampai akhir zaman manusia mengingat perbuatan amalnya, inilah realita hidup yang singkat.

Ada pula di dalam sunyi dan hening ini hamparan tulang manusia yang sesat dan durhaka terpendam, hidupnya habis di gunakan untuk jahat dan kejam, sesat dan murtad, terbawa arus hawa nafsu durjana, menciptakan derita kepada banyak orang, juga membuat doa orang di aniaya terus membungkus awan di angkasa, mungkin dulunya raja yang jahat kerangka di makam itu, mungkin juga dulunya penguasa yang telah melahirkan banyak penderitaan bagi masyarakat luas, mungkin juga dia manusia biasa yang jahat bebas tak tersentuh hukum dan keadilan, sehingga sampai akhir zaman manusia selalu ingat dengan perbuatannya, inilah realita yang singkat, jutaan warna kisah dan jutaan warna riwayat.

Dimanakah posisi anda saat ini?, berakhir di makam yang mana nanti akhir nafas hidup anda?

Hal yang patut di ingat oleh semua manusia akan kampung halaman yang indah, mereka yang di umbarakan. bukan mengembara karena kemauan sendiri di dunia ini, Sang Maha Kehendak menyusun kisah kisah anak cucu Nabi Adam as. Di mana di tuntut taat dan takwa, di mana di wajibkan ikhlas dan ridho pada riwayat diri masing masing, akhir dari yang jelek dapat di rubah bila dari awal telah istiqomah dan giat berdoa agar khusnul khotimah, dan semua ini juga termasuk realita hidup yang singkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: