Bukanlah Engkau yang Menunjuki Mereka

Published 15 Juni 2010 by endangkurnia

Kesan pertama yang ditinggalkan seorang da’i di hati objek dakwahnya adalah harapan akan masa depan. Kelapangan dada dan terbukanya hati seseorang sangat tergantung pada besarnya pengaruh pertemuan pertama antara sang da’i dengan sasaran dakwahnya. Oleh kerana itu, seorang da’i harus terwarnai oleh ruh dakwah, baik secara kejiwaan maupun perilaku.

Seorang da’i harus benar-benar berorientasi kepada Allah dalam setiap langkahnya, agar dibukakan oleh Allah hatinya dan hati orang yang menjadi sasaran dakwahnya. Bila tujuannya tidak tercapai dan tidak mampu menembus hati manusia lewat cara ini kerana setiap orang punya kondisi berbeda yang tidak diketahui kecuali oleh Allah maka ia harus ingat firman Allah Swt “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.” (Al- Baqarah: 272)

Dalam hal ini saya jadi teringat sebuah kisah yang pernah saya alami. Saya memiliki seorang sahabat yang sangat saya cintai, namun suatu saat muncul pemikiran yang berbahaya dari dirinya. Saya berusaha mengingatkan watawa showbil haq, saling menasehati dalam kebaikan. Dengan harapan Allah berkenan membuka hatinya hingga memiliki satu pandangan dan tetap saling mencintai. Tetapi upaya ini tidak berhasil. Ketika saya sedih atas kejadian ini, saya terhibur ketika mencoba menghayati firman Allah, “Sesungguhnya engkau tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu cintai, akan tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Al-Qashash: 56)

Saya lama-lama merenungkan kata “man ahbabtd” (orang yang kamu cintai), hingga akhirnya menyadarkan saya bahwa cinta yang dalam bukan penyebab datangnya hidayah, akan tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada siapa yang dikehendakiNya.

Seorang da’i yang mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan seperti yang saya alami, saya kira tidak akan kembali lagi kepada orang yang sama. Akan tetapi, ia akan mempelajarinya untuk beberapa waktu. Dia akan mengevaluasi kembali hal tersebut bersama teman yang lain, setelah membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang karakter, situasi, dan lingkungan. Boleh jadi, sebagian waktu lebih menguntungkan dari sebagian waktu yang lain; atau sebagian kondisi lebih menguntungkan daripada sebagian kondisi yang lain. Banyak orang yang memiliki kondisi pribadi tertentu yang membuatnya tidak mudah terbuka, tetapi setelah beberapa waktu berselang, kondisinya berubah dan Allah memudahkan urusan serta membukakan hatinya.

Maka, apabila kita sebagai seorang da’i tidak boleh bersikap tergesa-gesa ketika hendak memutuskan hubungan dengan seseorang, apalagi terhadap objek dakwah. Kita wajib memahaminya sehingga tidak terjebak pada sikap putus asa dan mudah memutuskan hubungan. Sesungguhnya dalam hati setiap orang tersimpan potensi besar bagi dakwah, kerana hati seseorang secara fitrah senang kepada semua yang menyambut dan melayaninya dengan baik.

By: Bidang LITBANG Departement Kaderisasi LDK IMMNI UNSWAGATI

One comment on “Bukanlah Engkau yang Menunjuki Mereka

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: