Merindu (13)

Published 26 April 2010 by endangkurnia

Seorang lelaki bertanya “Kapankah kiamat?”. Sang kekasih hati menjawab, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menyambutnya?”. Laki-laki itu terdiam sebentar lalu menjawab, “Aku tidak mempunyai banyak persiapan amal, baik itu sholat, puasa maupun sedekah. Tapi aku mencintai Allah dan RasulNya”. Kemudian sang kekasih hati bersabda “Engkau akan beserta dengan orang yang engkau cintai”. (HR. Bukhari & Muslim).

Begitulah catatan merindu terurai, demi sebuah cinta untuk persiapkan datangnya kiamat. Takut-takut besok akan kiamat, atau satu jam kemudian?. Kiamat kecil, aku dipanggil olehNya. Ah… semua kuasa Allah. Yang terpenting, kecintaan kepada sang Pencipta dan utusanNya akan mengganti kekurangan amal dan menempatkan posisi dengan yang dicintai. Belum lagi amalan kita – aku tepatnya, cenderung sering dihinggapi penyakit: riya, takabur, ujub dan ingin memperoleh balasan. Dan hanya kecintaan kepada Allah dan utusanNya yang dapat menepis segala penyakit-penyakit itu.

Cinta… membuat sedih menjadi bahagia, membuat kesusahan menjadi kemudahan, membuat dosa menjadi pahala, membuat neraka menjadi surga, itulah cinta.

Kemudian muncul sebuah pertanyaan, “Bagaimana cara mendapatkan cintaNya Allah?”. Kali ini, aku menggelengkan kepala. Tapi… bagaimana kalau kita bertanya kepada yang telah dicintai Allah, siapa?. Siapa lagi kalau bukan Habiballah, utusan terakhir Allah. Yuuk tanya…

Beginilah, habiballah menjawab pertanyaan kita.

“Allah Azza wa Jalla mendatangiku (dalam mimpi) dan mengajarkan kepadaku suatu doa: “Ya Muhammad, ucapkanlah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon cintaMu, dan cinta hamba yang mencintaiMu, dan ajari aku amal saleh yang mengantarkan aku untuk memperoleh cintaMu”. (HR. Ibnu Khuzaimah, Ath-Thabrani, Ahmad, Al-Hakim, At-Tirmidzi).

Ada yang pernah lantunkan doa itu…?. “Allahumma inni asluka hubbaka mayyuhibbuka wakulla ‘amalin yukarribuni illa hubbika”.

Doa cinta, ku menyebutnya. Jujur, aku sering lantunkan doa itu tapi jahilnya aku tak mengetahui bahwa itu doa adalah doa merayu cintaNya Allah. Jangan seperti aku, saudaraku… hanya sebatas doa tanpa tahu makna yang terkandung hanya sebatas tahu arti doa tersebut.

Ketika itu jam pulang sekolah semasa SMA, aku menuju parkiran untuk mengambil sepeda, ya aku bersepada ketika SMA. Sewaktu ingin melepasa standar sepeda unguku terlihat kertas seperempat dari buku catatan bertulis sebuah doa diatas beserta artinya. Langsung aku jatuh hati dengan doa tersebut, lantas ku hafalkan dan amalkan tanpa tahu tujuan doa tersebut.

Lantas bagaimana dengan sholat, tahukah makna yang terkandung didalamnya…?. Sedangkan masih manaruh rindu kepada yang mengajarkan sholat…?.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: