Info

All posts in the Info category

Cara Alami Mengusir Semut

Published 5 Februari 2012 by endangkurnia

Kamar Anda pernah didatangi gerombolan semut? Terkadang kedatangan mereka menyebalkan juga,, terutama kalau “menyerang” makanan kita. Lebih menyebalkan lagi kalau yang datang semut merah kecil-kecil. Bayangin aja, lagi asyik-asyik mengetik pakai komputer tiba-tiba ada serangan semut merah kecil. Lumayan juga efek serangannya,, sampai membuat gatal-gatal.

Lalu,, bagaimana cara mengatasinya? Ada berbagai macam cara, misalnya menggunakan racun semut atau kapur semut. Tapi ada cara yang lebih alami, yaitu menggunakan cengkeh. Silakan cari di toko terdekat *carinya di toko yang jual ya :p *

Nih,, buat yang belom tahu rupanya cengkeh.

Caranya cukup sederhana. Taburkan cengkeh di sekeliling benda yang akan dilindungi dari semut. Jadi, jika ingin kamar terbebas dari semut,, ya tinggal taburkan cengkeh secukupnya di seluruh pelosok kamar,, terutama yang dicurigai sebagai jalur masuknya semut. Kalau mau melindungi gula dari semut,, cukup masukkan beberapa cengkeh ke dalam gula. Nah,, ini kelebihan cara alami ini, kalau racun semut nggak mungkin dimasukkan ke dalam gula. :p

Cara ini cukup ampuh mengatasi serangan semut. Tapi tetap saja ada efek sampingnya,, lho?? Iya,, nanti kamar Anda bisa-bisa dibilang pabrik rokok oleh teman yang datang berkunjung ^^

Modus Baru Pencopetan di Angkot: Pura-pura Kejepit

Published 5 Februari 2012 by endangkurnia

Barangkali Anda pernah dengar pencopet yang pura-pura muntah di angkot. Atau yang pura-pura memijat. Atau mungkin yang lebih aneh lagi seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Nah, beberapa hari yang lalu, tepatnya di daerah sekitar Cikawao, Bandung, ada modus yang baru lagi, yaitu pura-pura kejepit.

Ceritanya, saya sedang menunggu sebuah angkot berwarna biru tua – strip putih di tengah – hijau (jurusan apakah angkot tersebut? tebak sendiri :lol: ), tentunya yang nggak lagi ngetem. Beberapa detik kemudian, datanglah angkot yang agak penuh. Lumayan lah, setidaknya peluang angkot ini ngetem cukup kecil. Banyak ibu-ibu di dalamnya. Setelah saya naik, ada mas-mas naik (sebut saja X ya), tampangnya sih biasa-biasa aja. Angkotpun melewati lampu merah (Jalan Karapitan) dan selanjutnya ada bapak-bapak berbaju merah naik juga. Jadi konfigurasi penumpang di angkot tersebut kira-kira seperti ini. Tokoh-tokohnya saya warnain aja ya.

Lalu, angkotpun melaju ke arah jalan Buah Batu. “Punten bu, (saya) mau buka jendela, (soalnya) panas” kata si X ke seorang ibu, sepertinya habis/mau menghadiri pengajian. Tiba-tiba, si ibu tersebut terlihat ketakutan, si X pun teriak-teriak. Wah,, jangan-jangan copet nih. Tas saya langsung saya pegang erat-erat. Eh, tunggu dulu, kok si ibu menunduk dan memegang erat tangan ibu pengajian di sebelahnya. Di pikiran saya, wah,, jangan-jangan ada lebah/serangga masuk angkot. Ternyata, si X pun bilang “Kecepet,, kecepet”, (mungkin kejepit dalam bahasa Sunda (?)) sambil berusaha mengeluarkan tangannya dari jendela. Si bapak berbaju merahpun bilang, “Kecepet”, sambil tersenyum dan tertawa kecil. Setelah berhasil mengeluarkan tangan dari jendela, si X pun turun dan bayar ongkos ke supir angkot. Hmm… aneh juga ya, masak habis kejepit langsung turun. Memangnya si X mau kemana sih?

Saat itu tidak ada yang merasa kehilangan sesuatu, jadi kami semua menganggap wajar peristiwa tersebut. Tak lama kemudian, di pertigaan *lupa nama jalannya* yang menuju ke tempat buku Palasari, si bapak berbaju merah turun dan seorang ibu dengan anaknya naik ke angkot tersebut. Sampai di sini suasana adem-adem saja.

Nah, beberapa menit kemudian, tiba-tiba ibu-ibu pengajian yang duduk di samping si X seperti mau menangis. “Tuh kan…”, katanya ke temannya yang duduk di sebelahnya. Lho, kenapa lagi ini? Ternyata, gelang si ibu hilang. Padahal katanya sudah dikunci. Mereka berpikir bahwa si X pelakunya, dan pasti diambil saat momen kejepit tadi. Begitu kurang lebihnya yang saya tangkap. Wah, kenapa baru nyadar ya? Dan kenapa korbannya ibu-ibu pengajian? Padahal mbak-mbak yang warna pink lagi memegang HP. Kalau kata ibu-ibu yang warna putih, ibu-ibu pengajian itu sudah diincar. Lagipula hari itu hari selasa; waktunya pengajian bagi ibu-ibu di Bandung, jadi incarannya adalah ibu-ibu pengajian. Pencopet biasanya bergerombol, tetapi siapa partnernya si X? “O… bapak-bapak baju merah tadi”, kata supir angkot menduga-duga. Barangkali benar juga, soalnya dia sempat ngomong “Kecepet” sambil tersenyum, jadinya semakin meyakinkan penumpang lain bahwa si X memang kejepit.

Begitu kira-kira kejadiannya. Wallahu a’lam. Semoga ibu-ibu pengajian tersebut mendapat ganti yang lebih baik. Dan untuk para penumpang angkot, harus selalu waspada bila ada kejadian aneh-aneh. Dari berbagai modus, bisa ditarik benang merah bahwa para pencopet memanfaatkan kejadian yang “tidak biasa” (entah itu muntah, kejepit, dll.) untuk mengalihkan perhatian penumpang. Sehingga mereka leluasa mengambil barang-barang berharga kita tanpa disadari *bahkan nyadarnya bisa beberapa menit kemudian*. Kata Bang Napi: Waspadalah.. waspadalah!!

Kenapa Langit Berwarna Biru dan Awan Berwarna Putih?

Published 5 Februari 2012 by endangkurnia

Pernahkah pertanyaan ini terlintas di pikiran Anda?

Atau mungkin anak atau adik Anda pernah menanyakan hal ini?

*atau jangan-jangan besok ditanyakan dosen dalam UAS :lol:

Apa kira-kira jawabannya?

Ternyata karena adanya partikel-partikel di udara kita.

Apa peranan partikel-partikel ini? Mari kita lihat.

Kita tahu bahwa matahari memancarkan cahaya ke bumi. Sebelum sampai ke kita, cahaya harus melewati atmosfer bumi, yang kaya akan partikel kecil-kecil, yang lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya itu sendiri. Nah, ketika gelombang cahaya datang mengenai partikel-partikel ini, ada sebagian cahaya yang diteruskan, ada juga yang dihamburkan ke berbagai arah (istilah kerennya: scattering). Nah, hamburan ini yang terlihat oleh kita. Menurut Rayleigh, intensitas cahaya yang dihamburkan berbanding terbalik dengan panjang gelombang (pangkat 4 pula..), yaitu:

I = I_0 \frac{ 1+\cos^2 \theta }{2 R^2} \left( \frac{ 2 \pi }{ \lambda } \right)^4 \left( \frac{ n^2-1}{ n^2+2 } \right)^2 \left( \frac{d}{2} \right)^6

Cahaya matahari sendiri terdiri atas berbagai warna:

Berhubung warna biru memiliki panjang gelombang yang pendek, berarti intensitasnya lebih besar dibandingkan warna-warna lain. Berhubung warna ini lebih dominan, maka langit akan terlihat berwarna biru, seperti yang kita lihat sehari-hari.

Lalu, kenapa ketika senja langit berwarna merah? Ketika matahari berada di horizon, cahaya matahari yang sampai ke kita harus melewati lebih banyak partikel. Berarti cahaya warna biru semakin disebarkan kemana-mana. Ya,, sisanya tinggal cahaya merah-orange gitu. Makannya warna langit jadi kemerah-merahan.

Dan kenapa awal berwarna putih atau abu-abu? Karena partikel-partikel air di awan kira-kira seukuran dengan panjang gelombang. Untuk kasus ini, rumus om Rayleigh jadi kurang tepat. Akan lebih baik jika menggunakan pendekatan yang diajukan oleh Mie (nama ilmuwan, bukan nama makanan). Formulasi Mie ini rada rumit juga, tapi sih intinya, setiap warna akan dihamburkan oleh awan kurang lebih sama besar. Berarti, semua warna akan kita terima dan gabungan dari warna-warna itu akan menghasilkan cahaya putih.

Begitulah mengapa langit kita berwarna…

From: Wikipedia dan kuliah SisObv

Sulis: Meski Dangdut Aku Nggak Mungkin Goyang

Published 20 November 2010 by endangkurnia

Sejak masih kecil, sosok Sulis sudah dikenal memiliki suara yang bisa membuat hati adem. Suara merduanya memang paling pas mengisi lagu-lagu bernuansa religi. Dan bagi Sulis sendiri, menyanyi memang sudah jalannya sejak awal.

“Dari kecil, pertama kali berkarir seperti sudah diarahkan. Ini aku anggap sebagai jalannya, karena perasaannya nyaman, seneng banget. Semakin ke sini, berjalannya waktu semakin mantap untuk menggali dan mengembangkan apa yang aku dapat,” kata Sulis.

Dijumpai di Menara 165, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/6) kemarin, Sulis mengaku menganggap menyanyi dan beribadah sama-sama asyik. Apalagi kalau beribadah juga dianggap sebagai hobi. “Kalau kita hidup dari situ adalah segalanya buat aku,” ujarnya.

Berbicara mengenai musik, Sulis menuturkan bahwa dirinya sempat diajak nge-rock bersama slank. Lagu yang dibawakan tetap islami yang dibalut kekuatan musik rock. Sayangnya, untuk albumnya sendiri ia masih belum ada program ke sana. Namun Sulis juga tidak menutup kemungkinan akan kesempatan itu.

Ditanya soal tawaran pindah jalur musik, gadis belia ini langsung menggeleng. “Belum sih. Aku orangnya idealis. Kalau misalkan ada, aku pengennya yang asli Indonesia. Misalnya melayu yang masih asli, atau dangdut, atau keroncong, ajak anak muda untuk bangga sebagai bangsa Indonesia,” terang penyuka lagu-lagu Rhoma Irama, Rita Sugiharto, dan Evie Tamala ini.

Tapi ditambahkannya, walaupun nantinya ia membawakan lagu dangdut, sikap dan pembawaan akan tetap sama. “Meski dangdut, kan aku nggak mungkin goyang,” sambung Sulis seraya tersenyum.

Haddad Alwi_Nasyid yang Mengubah Nasib

Published 20 November 2010 by endangkurnia

HADDAD Alwi tak bisa melupakan masa lalunya. Dia awalnya hanya seorang pedagang telepon seluler di Tanah Abang. Bahkan dia sempat mengelola sebuah bengkel las. Tapi nasyid, musik yang berasal dari Timur Tengah itu, mengubah nasibnya.

Alwi lahir di Surakarta 13 Maret 1966, nama aslinya Abdullah Alwi Assegaf. Dia pindah ke Jakarta pada 1995, dan selama dua tahun melakoni hidup sebagai pedagang di Tanah Abang. Tak ada yang menyangka Alwi bisa sukses di dunia nasyid, bahkan berkolaborasi dengan penyanyi cilik seperti Tasya, Gita Gutawa dan Sulis.

Dia juga mencetak rekor penjualan musik religi. Penjualan album religinya paling laris sepanjang sejarah musik itu di Indonesia. Lewat serial Cinta Rasul menembus angka penjualan hingga 5 juta keping CD dan VCD.

Tapi kisahnya panjang, sebelum sukses itu datang.

Sebelum tiba di Jakarta, Haddad Alwi yang akrab disapa Abi itu, sudah bersalawat keliling bersama Kelompok Musik Kiai Kanjeng pimpinan Emha Ainun Nadjib. Dia menekuninya selama lima tahun, sejak 1990 hingga 1995.

Setelah dua tahun di Jakarta, Alwi kembali menekuni musik religi, karena didorong kecintaannya kepada Allah dan rasulnya. Tapi saat ini dia tidak mau disebutkan sebagai sebagai pelantun religi. “Dulu saya menggunakan kata-kata religi. Tapi saat ini saya dipanggil sebagai pelantun tembang kebaikan,” kata Alwi saat ditemui VIVAnews di rumahnya Cinere, Jakarta Selatan.

Kemudian Alwi pun meluncurkan dua album dan single salawat, yakni Nur Muhammad dan Ziarah Rasul pada 1997. Tapi penjualannnya belum begitu menggembirakan. Meski begitu, dia berusaha mendirikan Studio Cinta Rasul. Bersama penyanyi cilik Sulis, dia membuat album salawat dan nasyid.

Ternyata albumnya bersama Sulis ini meledak di pasar. Duet bersama Sulis inipun terus berlanjut hingga enam album bertajuk sama, Cinta Rasul 1 hingga 6. Selain album shalawat, Cinta Rasul juga dibuat dalam bentuk orkestra.

Memasuki 2004, Alwi memutuskan berkarir Solo di bawah bendera Sony BMG. Dia tidak lagi mengajak Sulis, karena penyanyi cilik ini sudah dewasa. “Sulis sudah beranjak dewasa, dan dia terus bersalawat. Tetapi saya akan tetap terus untuk segmen anak-anak ini,” katanya. Selama dua tahun di bawah label Sony-BMG tiga album telah ditelurkan yakni The Way of Love, Shimthud-Durar, dan Jalan Cinta 2.

Kemudian, pada 2006 hingga 2007, Abi membuat program salawat keliling di panggung terbuka bertajuk Hikmah dan Salawat. Dia pun mendirikan organisasi bernama Komunitas Cinta Rasulullah (KCR). Organisasi ini membuat pelatihan yang diberi nama Pencerahan & Pelatihan Sehari Bersama Rasulullah yang dilaksanakan dengan peserta terbatas.

Pada 2009, Alwi mencari pengganti Sulis. Dia menemukan Anti, 9 tahun, pelajar kelas 6 SD Cidokom 3, Parung, Kabupaten Bogor. Di bawah bawah label Sony Music bersama Anti, dia merilis 2 single baru yang dikompilasi dengan 10 lagu pilihan dalam album berjudul 12 Lagu Pilihan Haddad Alwi.

Kini, sejak 2010, Haddad Alwi berada di bawah label Falcon Music merilis album baru berjudul Muhammad Nabiku.

Bukan lagu religi

Haddad Alwi juga kerap tampil di layar kaca. Apalagi, saat bulan Ramadan. Nyaris semua televisi swasta mengundang dia untuk mengisi acara. Bahkan di salah satu televisi swasta, tvOne dalam sehari dia muncul pada pagi dan malam. “tvOne pasti jatuh cinta pada Muhammad Nabiku,” kata Alwi.

Tapi dia berharap stasiun televisi tak hanya rajin menayangkan acara religi di bulan Ramadan. “Lagu kebajikan itu harus dikumandangkan terus menerus di negeri ini,” katanya.

Dia terus berusaha bisa diterima televisi meski di luar bulan Ramadan. Meski itu harus ada toleransi tertentu misalnya, tak harus memakai kopyah, dan lagunya tak harus berbahasa Arab. Begitu juga temanya, tidak harus bicara mengenai Tuhan dan Nabi Muhammad. “Misal bicara kecintaan pada orangtua, terus bicara tentang alam, bicara tentang kebaikan sesama. Sebenarnya kalau mau jujur itu religi,” katanya.

Tapi yang terjadi saat ini, religi dikurung dalam kotak tertentu, dan tampilnya harus di Ramadan saja. “Sebaiknya dikatakan, Haddad Alwi adalah pelantun lagu kebaikan, bukan religi,” katanya.

Alwi memang kreatif dalam mengolah nasyid. Dia kadang menyelipkan rap, dan nuansa etnis dalam irama nasyid. Bahkan juga berduet dengan penyanyi pop, seperti Duta “Sheila On Seven”, Gita Gutawa, Tasya dan Fadli Padi. “Dulu pernah juga dengan Hetty Koes Endang, Natasya dan Sundari Sukoco,” tandasnya. Dia pun ingin menjajal dengan Nidji. Alasannya, jika dengan Nidji itu cocok. “Suara saya kan ngebas, suara Nidji itu frekuensinya tinggi. Itu kalau digabungkan bagus itu,” katanya.

Saat ini, Haddad Alwi sibuk mempromosikan album Muhammad Nabiku. Album ini dibuat selama dua bulan, dan diluncurkan pada 9 Juni 2010. Tantangannya lumayan berat. “Kalau lagu pop itu usahanya 10, kalau kita ini mesti 50 atau bahkan 100. Berat sekali,” katanya.

Meski berat, Alwi tetap akan setia di jalur musik ini. “Ketika masyarakat masih mau mendengarkan suara saya, dan suara saya masih bisa keluar Insya Allah saya akan terus melantunkan lagu-lagu kebajikan,” ujarnya.

Ahmadinejad Puji Sikap Paus Soal Pembakaran Al Quran

Published 9 Oktober 2010 by endangkurnia

Liputan6.com, Teheran: Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad telah menulis surat ucapan terima kasih kepada Paus Benediktus XVI yang telah mengutuk ancaman seorang pastor Amerika Serikat untuk membakar Al Quran pada peringatan serangan 11 September. “Saya berterima kasih atas sikap Anda mengutuk tindakan tidak bijak dari sebuah gereja di Florida, Amerika Serikat, yang menghina firman Allah dan menyakiti hati jutaan umat Islam,” kata Ahmadinejad dalam surat yang kemudian ditayangkan pada laman kantornya.

Ahmadinejad mengatakan kepada Paus bahwa ada keperluan “untuk kerjasama lebih erat di antara agama-agama Tuhan guna membatasi aksi-aksi merusak misal mengabaikan ajaran agama, mempengaruhi orang untuk menjadi materialistik yang mengikis rasa kebersamaan, terutama keluarga dan generasi muda.” Surat itu, Rabu (6/10), disampaikan kepada Paus oleh Wakil Presiden bidang Parlemen Mohammad Reza Mirtajodini.

Paus bulan lalu mengecam ancaman pendeta Terry Jones untuk membakar kitab suci umat Islam. “Saya berdoa bagi para korban dan saya minta penghormatan terhadap kebebasan beragama dan (semoga) semangat logika rekonsiliasi dan perdamaian mengalahkan kebencian dan aksi kekerasan,” kata Paus di Vatikan.

Sulis Cinta Rasul Gemar Gadget

Published 5 Oktober 2010 by endangkurnia

Diam-diam penyanyi religi Sulis mempunyai kegemaran mengoleksi gadget. Kesempatan tur ke luar negeri, jika ada waktu senggang pasti dipakainya untuk berburu sepatu dan ponsel. Diantaranya yang paling anyar adalah iPhone 3Gs yang dibelinya di Hong Kong waktu penyanyi bernama lengkap Sulistyowati ini sedang tur beberapa waktu lalu. Hanya saja setiba di Tanah Air belum bisa dipakai kare­na softwarenya belum diganti.

“Untungnya tak lama kemudian saya tur ke Kalimantan Selatan dan dapat hadiah BlackBerry Onyx dari wakil gubernur kalau nggak salah Pak Rudy,” kata penyanyi yang dike­nal publik lewat tembang Ya Thoyibah ini kepada ponsel beberapa waktu lalu.

Kehadiran Onyx dan iPhone me­lengkapi koleksi sebelumnya, sebut saja Nokia N95 8 Giga, Nokia E63, Nokia 3310, Nokia 7210, Nokia 6250, Esia Gayaku, dan Nexian She NX-G- 788. Namun tak semuanya dikasih kartu. Dara kelahiran Solo, 23 Janu­ari 1990 ini memakainya berganti-ganti. Yang kini ia gunakan adalah Onyx untuk ber-BlackBerry Messenger bersama teman-teman aktris.

“Sulis sekarang sedang syuting film bersama Wali Band, Arumi Bach­sin, dan Intan Nuraini. Syutingnya di Banten. Judulnya Baik-Baik Sayang. Namun, karena Ramadhan syuting­nya ditunda karena beberapa ak­trisnya sedang tur ke berbagai kota. Saya ber-BBM dengan mereka,” kata Sulis yang juga dikenal publik karena kerap berduet denagn Haddad Alwi.

Pulsa Irit
Selain untuk BBM, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Parama­dina ini juga memakai fitur internet un­tuk membantu tugas kuliahnya. Tentu­nya juga untuk ber-email. Sementara untuk berteleponan, peraih Beasiswa Astra Internasional ini menggunakan perangkat Nokia E63-nya. “Biasanya di ponsel saya juga suka pakai fitur musik untuk mendengarkan lagu, video, dan kamera,” paparnya.

Untuk Ramadhan Sulis mengaku tak menggunakan fitur-fitur tamba­han. Paling ia mengunduh aplikasi untuk mengingatkan jadwal sholat, berbuka, dan sahur. Aplikasi itu pent­ing karena pada Ramadhan ini ia praktis jadi anak jalanan. “Boleh dibi­lang Sahur on The Road saya alami,” ujar Sulis.

Hanya saja Ramadhan Sulis meng­gunakan RBT dari lagunya sendiri Ya Thoyibah versi baru. “Harus narsis mendukung diri sendiri. Tahun lalu lagu ini versi lamanya cukup laris se­bagai RBT,” pungkasnya lagi sambil tertawa.

Sementara iPhone praktis hanya digunakan untuk bermain game. Su­lis mengaku suka game yang lucu dan yang ada tonjok-tonjokannya. Loh masih suka main game? “Loh, Aku kan masih muda, masih 20 tahun,” canda gadis yang mengaku tak ter­lalu boros dengan pulsa, hanya sekitar Rp 300 ribuan untuk 3 kartu.

*referensi: irv (http://tabloid-ponsel.com/)

Sholat Tarawih dalam Satu Masjid, Dua Jamaah

Published 19 Agustus 2010 by endangkurnia

Berbeda pandangan boleh saja, kerukunan adalah yang utama. Semangat seperti ini tercermin di Masjid Agung Surakarta, Solo, Jawa Tengah. Masjid yang berdiri bersamaan dengan Keraton Kasunanan Surakarta ini sangat menjunjung tinggi nilai pluralisme. Bisa dilihat dalam pelaksanaan shalat tarawih.

Dibawah atap masjid itu terdapat dua jamaah, masing-masing menjalankan shalat tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat. Alhasil di dalam masjid itu ada dua imam untuk dua jamaah ini.

Keunikan ini bisa dilihat di setiap jamaah menunaikan salat tarawih di bulan ramadan. Sebetulnya saat salat isya, jamaah masih bersatu shalat di ruang utama masjid dipimpin oleh seorang imam. Mereka berbaris rapi di dalam shaf. Ada yang menggunakan celana panjang, dan ada pula yang sarungan. Di barisan paling belakang jamaah perempuan.

Usai salat empat rakaat, sebagian jamaah melaksanakan salat sunat ba’diyah isya. Namun, ada juga serombongan jamaah yang bersarung bergegas meninggalkan ruang utama masjid, mereka pindah ke sebelah utara ruang utama.

Setelah jumlah jamaah terlihat cukup, maka pintu penghubung antara ruang utama masjid, peninggalan Pakubuwono IV, ini dengan ruang sebelah pun ditutup rapat. Samar-samar terdengar suara imam yang hendak memulai shalat tarawihnya. Jamaah 23 rakaat lebih dulu melakukan shalat tarawih.

Pemandangan berbeda terlihat di ruang utama masjid. Para jamaahnya sedang khusyuk mendengarkan tausiyah dari ustadz. Sebab, sebelum menunaikan salat tarawih terlebih dahulu diisi kultum. Setelah sekitar tujuh menit hingga sepuluh menit, tausiyah selesai. Dan selanjutnya dilakukan shalat tarawih.

“Mereka melaksanakan shalat isya secara berjamaah dengan satu imam. Namun, ketika shalat isya selesai, para jamaah mulai memisahkan diri untuk melaksanakan shalat tarawih dengan imam dan jamaahnya masing-masing,” kata Ketua II Takmir Masjid Agung Surakarta Slamet Aby.

Untuk saling menghormati dan tidak mengganggu shalat tarawih masing-masing jamaah, pihak takmir masjid mengatur besar kecilnya suara pengeras kedua imam tersebut. Ini dilakukan agar suara pengeras suara itu tidak saling mengganggu antara yang jamaah satu dengan yang lainnya.

Sejak awal berdirinya masjid ini, setiap shalat tarawih pada bulan Ramadhan jumlah rakaatnya mencapai 23 rakaat. Namun, sekitar 1980-an, kebijakan memisahkan ruangan itu pun muncul. Sebab, setiap kali shalat tarawih pada hitungan 8 rakaat, sejumlah jamaah meninggalkan masjid dan melanjutkan dengan shalat witir di rumah.

Lantas, atas dasar pemikiran KH Muthohar Al Hafidz yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ta’fid Wattaqlimil Qur’an yang satu komplek dengan Masjid Agung, pada 1983, jamaah shalat tarawih pun mulai dipisahkan antara yang 11 rakaat dengan 23 rakaat.

Selanjutnya yang 11 rakaat menempati ruang utama masjid karena jumlah jamaahnya lebih banyak. Sedangkan yang jamaah shalat tarawih 23 rakaat menempati ruangan sebelah utara masjid yang dari segi ukuran ruangan lebih kecil

Pada saat musyarawarah untuk memisahkan ruangan ini, Aby mengungkapkan, tidak muncul pertentangan ataupun percekcokan dari salah satu kubu jamaah. Karena mereka semua menyadari bahwa dalam bulan suci Ramadan harus menjunjung persaudaraan dan kerukunan.

“Kondisi seperti ini malah menunjukkan kalau di masjid ini ada semacam kemajemukan yang menjunjung ukhuwah Islamiyah di kalangan umat muslim. Jadi, bagi kami tidak masalah, yang penting rukun,” kata Aby.

Dan kerukunan ini kembali terlihat pada saat melaksanakan tadarus Alquran selepas salat tarawih. Semua jamaah dari ‘kedua aliran’ kembali berkumpul menjadi satu di serambi masjid. Rasa persaudaraan terlihat ketika para jamaah 11 rakaat menunggu dengan sabar rampungnya shalat tarawih di ruang seberang sebelum memulai tadarus.

Perbedaan ini juga tidak menjadi masalah bagi para imam di Masjid Agung yang telah berdiri sejak 1745 M ini. Seperti diakui salah satu imam, Muhtarom, perbedaan jumlah rakaat dalam melaksanakan shalat tarawih ini sudah terjadi sejak zaman sahabat Nabi Muhammad SAW.

Bahkan, ia beranggapan jika perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih yang ada di Masjid Agung ini merupakan sebuah rahmat Allah yang patut disyukuri. Sebab, dari sinilah tercipta semangat pluralisme yang cukup indah.

“Meskipun saya sering menjadi imam salat tarawih 23 rakaat. Tapi, pekan depan saya juga mendapat jatah menjadi imam salat tarawih 11 rakaat. Saya sih tak masalah. Ini kan cuma masalah teknis salat sunat saja. Kalau yang berbeda itu jumlah rakaat pada shalat fardhu, itu jelas tak bisa diterima.”

Facebook VS Millat Facebook…?

Published 10 Juni 2010 by endangkurnia

“ Teman- teman semua, Hapus akun FB kita, saatnya hijrah ke MFB (MillatFacebook), yang di buat oleh pemuda Pakistan untuk umat Islam”

Begitulah potongan pesan yang kuterima pagi ini,. Awalnya bingung, apa maksud SMS dari temanku itu. Setelah dapat signal Wifi, kubuka akun facebook-ku. Mungkinkah ini seruan meninggalkan FB sehubungan dengan kasus Kapal Mavi Marmara?

Tak lama kemudian, aku cek inbox FB, ternyata ada pesan serupa :

“ Assalamu’alaikum… Saya mengajak teman2 yg tergabung dalam Grup ini, membuat akun di MFB, jejaring sosial yg ditemukan oleh Sodara kita seorang Muslim dari Pakistan, karena seperti yg kita tahu bahwa facebook adalah jejaring sosial buatan Yahudi…”

Ehm… tunggu dulu….

Sebelum menghapus akun FB, kucoba mengunjungi situs yang dimaksud. Sepertinya servernya belum maksimal, masih lambat loading. Segera kutinggalkan tanpa membuat akun di sana.

Apa benar, itu situs jejaring sosial buatan pemuda muslim??

Teman- teman yang mengirimiku pesan juga tak bisa memberikan data yang valid, minimal data diri pembuat situs tersebut.

Tanpa berpikir panjang, otakku beraksi. Akan kucoba cari tahu tentang situs tersebut, dengan cara paling sederhana, melakukan Proof of Concept dengan melakukan penetrasi terhadap server nya. Metode yang digunakan, DNS Locator, IP viewer location dan comment ping dari cmd.

Pertama, untuk millatfacebook.com (double L) yang katanya dari Pakistan

Ini hasilnya setelah ping dari cmd :

Microsoft Windows [Version 6.1.7600]
Copyright (c) 2009 Microsoft Corporation. All rights reserved.
C:\Users\Free Palestine>ping millatfacebook.com
Pinging millatfacebook.com [204.61.223.84] with 32 bytes of data:
Reply from 204.61.223.84: bytes=32 time=383ms TTL=47
Reply from 204.61.223.84: bytes=32 time=379ms TTL=47
Ping statistics for 204.61.223.84:
Packets: Sent = 2, Received = 2, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 379ms, Maximum = 383ms, Average = 381ms
Control-C
^C
C:\Users\Free Palestine>

Dari sini didapatkan IP Address: 204.61.223.84

Lalu, metode selanjutnya, dengan melakukan trace pada IP Addres tersebut. Bagaimana caranya? Bisa teman- teman coba memasukkan IP Addres nya disini

Dan berikut hasilnya:

IP Address: 204.61.223.84
Hostname: node-lb0.millatbook.com
IP Country: United States
IP Country Code: USA
IP Continent: North America
IP Region: Texas
Guessed City: Friendswood
IP Latitude: 29.5141
IP Longitude: -95.1903
Organization: Lakota Data Center LLC
ISP Provider: Lakota Data Center LLC

Kedua, dengan metode yang sama, untuk milatfacebook.com / joinpk.com (L nya satu)

Berikut hasilnya :

IP Address: 64.202.189.170
Hostname: pwfwd-v01.prod.mesa1.secureserver.net
IP Country: United States
IP Country Code: USA
IP Continent: North America
IP Region: Arizona
Guessed City: Scottsdal
IP Latitude: 33.6119
IP Longitude: -111.8907
Organization: GoDaddy.com
ISP Provider: GoDaddy.com

Ketiga, sebagai perbandingan, situs asli facebook.com (milik mark zuckerberg)

Berikut hasilnya :

IP Address: 69.63.189.16
Hostname: www-11-01-ash2.facebook.com
IP Country: United States
IP Country Code: USA
IP Continent: North America
IP Region: California
Guessed City: Palo Alto
IP Latitude: 37.4429
IP Longitude: -122.1514
Organization: Facebook
ISP Provider: Facebook

BAGAIMANA ? MASIH PERCAYA MILLATFACEBOOK BERASAL DARI PAKISTAN ?

SAMPAI SEKARANG PUN SAYA TIDAK TAHU SIAPA YANG MENDIRIKAN, SAYA HANYA TAHU BAHWA ITU BERASAL DARI AMERIKA, HANYA BEDA NEGARA BAGIAN. DAN BOLEH JADI MILIK SATU PERUSAHAAN YANG SAMA DENGAN FACEBOOK (Bingung mode: On )

Oh iya, Indonesia juga punya jejaring sosial loh, namanya KOPROL.
BENARKAH PUNYA INDONESIA ? Kita lihat hasilnya

IP Address: 180.233.199.240
Hostname: 180.233.199.240
IP Country: Korea, Republic of
IP Country Code: KOR
IP Continent: Asia
IP Region:
Guessed City:
IP Latitude: 37
IP Longitude: 127.5
Organization:

Hmmm….. situs jejaring sosial koprol.com ternyata bukan dari Indonesia, tapi milik Republik Korea, Benarkah?

Apakah site IP Locator nya yang salah ? Ternyata site nya TIDAK SALAH.

Ini contohnya untuk site yang memang berasal dari negara kita, INDONESIA. Saya ambil contoh situs koran Republika

Hasilnya memang benar berasal dari Indonesia, ternyata IP Locator nya benar.

IP Address: 118.82.8.132
Hostname: 118.82.8.132
IP Country: Indonesia
IP Country Code: IDN
IP Continent: Asia
IP Region: Jakarta Raya
Guessed City: Jakarta
IP Latitude: -6.1744
IP Longitude: 106.8294
Organization: PT. Digital Wireless Indonesia
ISP Provider: PT. Digital Wireless Indonesia

TRUS, SOLUSINYA SEPERTI APA ?

Mungkin sebaiknya kosongkan info profil FB, MFB, apapun situsnya terutama aktivitas organisasi kita. CIA dan Mossad sedang gencar mengumpulkan data-data peribadi untuk kemudian dipetakan. Kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.”

Semoga info ini bermanfaat.

NB: Untuk millatfacebook.com ternyata nggak punya hosting sendiri, tapi beli di Lakota Data Center, LLC, Perusahaan web hosting punya Amerika, tepatnya di Texas.. (Sama aja bohong, kalaupun buatan orang Pakistan, databasenya juga masuk ke Amerika)

Ini hanya trik sederhana untuk mengetahui Negara asal penyedia situs tersebut. Percaya atau tidak, itu tergantung teman- teman.

Sebelum teman- teman meninggalkan blog ini, mohon komentarnya dan setelah itu silahkan baca bonus info untuk teman- teman, silahkan klik di sini

http://diaryaktivis.blogspot.com/2010/06/benarkah-millatfacebook-buatan-pemuda.html#comment-form

Israel Halalkan Pembunuhan Anak-anak Palestina

Published 9 Juni 2010 by endangkurnia

Inilah dalih Israel menghalalkan pembantaian anak-anak Palestina. Militer Israel menyatakan pihaknya mengadopsi siasat baru dengan sasaran penghancuran rumah-rumah dan gedung di berbagai wilayah di Jalur Gaza dengan dalih untuk mencegah perlawanan Palestina menggunakan rumah dan gedung-gedung tersebut sebagai perlindungan dan membuat terowongan yang akan digunakan untuk menyelundupkan senjata dari perbatasan Mesir.

Dalam tiga hari terakhir, Israel terus membombardir wilayah timur Jalur Gaza dan mengakibatkan lebih 31 orang gugur, di antaranya 4 orang bocah, dua di antaranya masih bayi. Sementara itu puluhan warga lainnya terluka.

Harian terkenal Israel Yedeot Aharonot dalam situsnya, Jum’at, mengutip pernyataan komandan militer Israel wilayah selatan yang mengatakan, “Biasanya dilakukan aktivitas penggalian terowongan dari rumah atau rumah kaca, atau dari tempat lain yang dijadikan sebagai perlindungan untuk aktivitas (penggalian terowongan).”

Petinggi militer Israel yang tidak mau disebutkan namanya ini menambahkan, “Kami putuskan untuk mengadopsi siasat yang berbeda-beda. Untuk melenyapkan dan menghancurkan bangunan atau persembunyian apapun yang mungkin bisa digunakan (perlawanan Palestina) sebagai pelindung untuk melakukan penggalian terowongan. Cara ini untuk mencegah upaya apapun yang dilakukan Palestina untuk tujuan itu.”

Tidak dijelaskan apakah siasat ini diberlakukan di wilayah selatan Jalur Gaza, di mana sebagian besar terowongan ditemukan atau di seluruh kawasan pantai.

Dikonfirmasi masalah ini, jurubicara militer Israel dan depertemen pertahanan Israel mengatakan bahwa keduanya tidak mengetahui banyak tentang rincian rencana siasat ini.

Israel melancarkan gempuran membabi buta di wilayah Jalur Gaza setelah aksi militer yang dilakukan perlawanan Palestina pada Ahad 25 Juni lalu yang menewaskan dua orang serdadu Israel dan seorang lainnya ditawan. Aksi ini berhasil dilakukan kelompok perlawanan Palestina melalui terowongan yang melintas di bawah tembok perbatasan dekat gerbang Karem Saleem di sebelah tenggara Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza.
Sejak gempuran Israel ke Jalur Gaza pada 28 Juni lalu, hingga kini lebih dari 150 warga Palestina gugur, kebanyakan adalah kaum wanita dan anak-anak. Sementara ratusan lainnya terluka.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.