Arsip

All posts for the month Februari, 2012

Tips Menghapal Vocabulary [Kosakata] Bahasa Inggris # 1

Published 21 Februari 2012 by endangkurnia

Rasanya mustahil jika belajar bahasa Inggris/asing tanpa menghapalkan vocabulary [kosa-kata]. Tetapi bagaimana caranya sih?

Nah simak tips menghapalkan vocabulary berikut ini:

1. Jangan dihapalkan!

Waduh gimana sih kok jangan dihapalkan?

Hehehe, begini maksudnya, kalo anda hanya menghapalkan vocab saja setiap hari, dijamin deh pasti lupa.

Nah terus bagaimana dong? Begini, setiap anda menemukan vocab yang baru anda kenal, maka yang harus anda lakukan adalah sering mempraktikkannya .

Bagaimana caranya?

Gampang, tulis saja sebuah atau dua buah kalimat dalam bahasa inggris mengandung kata yang baru anda dapat.

Dimana menulisnya kalo cuman satu kalimat?

Gampang!

Di status Facebook !, Twiter, ato kirim SMS ke teman.

Hehehe mudah khan?

Kalo anda bakat nulis puisi, wah malah bagusan lagi itu, tulis aja puisi-puisi pendek yang isinya vocabulary yang barusan anda hapalkan.. asyik kan?

2. Pelajari Awalan, Akhiran dan Kata Dasar Bahasa Inggris.

Kata-kata dalam bahasa Inggris itu asyik dan mudah loh dipelajari.

Kenapa?

Karena sebagian besar punya aturan yang jelas!

Maksudnya?

Begini, jika anda menemukan kata, misalnya DRUM, DRUMMER maka kata tersebut menunjukkan kata benda yang berbeda, kata drum untuk kata bendanya sendiri dan drummer untuk orang yang pekerjaannya menabuh drum.

Ada kata lain misalnya: wed, wedding, pre-wedding , kata itu artinya, menikah, pernikahan, dan sebelum menikah.

Nah yang membedakan hanya awalan dan akhiran saja khan, tetapi kata dasarnya sama.

Anda punya contoh lain?

Silahkan ditulis di kolom komentar.

InsyaAllah disambung!

Aneh…

Published 21 Februari 2012 by endangkurnia

Aneh…
Debat kusir tak sanggup mengurai
Berjuta teori patah!!
Tak terbantahkan…

Ketika hypotesa tak mampu ditegakkan
Diskusi menjadi ompong

Kosong…melompong

Sebab representasi data tak berimbang

Mengambang layang…

Dalam catatan sejarah tak berjilid

Cirebon, 200112, 21:00

Endless Kurnia

Berbeda? Biasa!

Published 21 Februari 2012 by endangkurnia

Beberapa hari terakhir ini, handphoneku sering berdering menandakan sms dan panggilan masuk. Bukan tawaran bisnis dari investor atau rayuan manis dari ikhwan kesepian tapi deringan handphone itu membahas tentang sebuah perbedaan dalam Islam. Aku yang melihat saja sampai dibuat menangis karena masing-masing pihak ngotot membenarkan pilihannya sampai-samapi melakukan tindakan anarkis jika lihat berita. Karena itulah, aku coba mengurai catatan tentang perbedaan dengan harapan belajar bijaksana menyikapi perbedaan.

“Jauhkanlah lisan kalian dari kaum muslimin, dan jika salah seorang dari mereka meninggal dunia, maka katakanlah kebaikan tentangnya.” [HR. Atthabarani dari Sahl ibn Sa'd Assa'idi].

Di antara semua orang yang kamu kenal, mau tak mau pasti ada yang berbeda pemikiran dengannmu. Saat kamu berpikir A, dia berpikir B. Saat kamu berpendapat untuk berjalan ke barat, kawanmu bersikeras untuk menuju arah timur. Potret kecil ini, berlaku bagi semua keadaan: politik, agama, sosial, di segala lini pasti terjadi sebuah perang pemikiran dan pendapat. Dan ini adalah hal lumrah: Kata orang, karena tiap manusia mempunyai otak sendiri, wajar jika berbeda!

Tentu wajar juga, jika dari sini kita melihat orang yang mempertahankan pendapatnya merasa emosi dan marah melawan orang yang tak menyetujuinya. Ini semacam mempertahankan diri, mempertahankan pemikiran, tak ingin di anggap salah. Ya, ini pun naluri sekali, naluri manusia.

Tapi, satu hal yang harus kita pegang erat saat ada seorang yang berseberangan: Tahan mulutmu dari mengecam pribadi! Seorang muslim akan selalu menghormati orang muslim lainnya, apapun perbedaan antara keduanya. Lagipula, di sebuah hadits dikatakan, “Mengecam seorang muslim adalah sebuah kefasikan!” [HR. Bukhari dan Muslim]. Tentu, dengan syarat muslim tersebut tak menyalahi aturan akidah yang menyebabkan kekufuran. Lagipula, selama itu hanya perbedaan pemikiran biasa yang tak berhubungan dengan agama, apa gunanya saling mengecam?

Dengan hadits di atas, kamu tentu bisa memahami bagaimana seharusnya kita menghormati sesama muslim, tanpa melihat perbedaan pendapat. Boleh kita berbeda pendapat, tapi tak boleh kita menyakiti hati orang lain, atau menurunkan derajat orang lain, atau malah meremehkannya. Dan lebih jauh lagi, bahkan kita disuruh menyebut kebaikan seorang muslim yang telah meninggal. Setidaknya, itu karena tiga hal: Pertama, karena dengan mengumpat mayit, kamu beresiko menyakiti kwluarga si mayit yang masih hidup! Kedua, apa kamu tahu, bahwa dosa mayit yang kamu umpat mungkin sudah dimaaf? Ketiga, seperti apapun umpatanmu, itu tak menjadi ukuran timbangan amalannya kelak. Malah, umpatanmu akan menjadi pemberat timbangan amal burukmu!

Kalaupun mengecam harus dilakukan, maka kecamlah pemikiran atau pendapatnya, bukan mengecam pribadi muslimnya. Seperti inilah yang terjadi diantara ulama kita dimasa lalu. Mereka biasa berkata dalam kitab-kitab karangan mereka, “Imam Fulan, semoga Allah meridlainya, berkata ‘begini-dan-begini’, tentu ini adalah perkataan yang sungguh tak benar dan jauh dari Islam…” Hei, barusan ia berkata “Imam” dan berdoa “Semoga Allah meridlainya,” tapi diakhir kalimat ia mengkritik habis! Ya, yang dikritik adalah pemikiran, bukan pemikirnya! Mereka faham, bahwa tak boleh meremehkan seorang muslim pun!

Menghormati muslim lainnya, bisa kita dasarkan pada sebuah ayat yang berkata, “Barang siapa menghormati syiar-syiar Allah, maka itu adalah dari ketakwaan hati.” [22:32]. Yupz, setiap muslim membawa kata La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah dalam hatinya, meski berbeda-beda kualitas amalnya. Nah, hormati kalimat tauhid yang ia yakini dalam hatinya! Lagipula, jika kamu mau cek surat 5:54, kamu akan mengetahui bahwa sifat tiap muslim yang dicintaiNya dan mencintaiNya, adalah selalu tawaddhu dengan setiap muslim. Selalu menghormati tiap muslim!

Dan seperti inilah yang dulu terjadi semasa Rasulullah. Suatu ketika, Rasul memerintahkan pasukannya untuk menuju Bani Quraidlah, dan berkata, “Jangan seorangpun shalat ashar kecuali di Bani Quraidlah!”. Di tengah perjalanan, sebagian pasukan berpendapat, “Kita shalat sekarang! Rasul berkata demikian, hanya agar kita mempercepat perjalanan!” Sebagian lainnya berpendapat, “Kita harus tetap shalat di Bani Quraidlah, meskipun waktu ashar telah terlewat. Ini perintah Rasul!” Tanpa cekcok, setiap kelompok pun menjalani pendapat masing-masing, karena setiap kelompok mempunyai dalil masing-masing.

Saat Rasul diberitahu tentang hal ini, beliau pun tak menyalahkan salah satu kelompok pun!

Ya, itu potret perbedaan pendapat dalam agama, yang sama-sama bersandar pada dalil. Sama sekali tak terjadi pertikaian, apalagi saling mengolok. Bagaimana jika hanya perbedaan pandangan antar sahabat?

Jadi, beberapa hal yang harus kita perhatikan:

- Perbedaan adalah hal yang wajar terjadi. Yang tak wajar, jika ada yang ingin menutup mata dari perbedaan itu!

- Boleh terjadi perbedaan, tapi jangan sampai terjadi penghinaan atau olokan. Apalagi berbohong tentang harga diri orang lain.

- Menyakiti hati orang lain, pun bahkan terjadi saat kamu mencemooh orang mati. Atau dari banyak cara lainnya. Hati-hati!

- Menghormati tiap muslim adalah sebuah hal yang timbul dari sebuah ketakwaan.

Coba bayangkan, bila ditengah peperangan dan perbedaan pemikiran yang kini ramai terjadi di kalangan ummat muslim, lantas semua mempraktekkan pemahaman ini. Pasti begitu indah!

Ehm, bagaimana jika kita mulai dari diri kita sendiri? :)

Nilai Kasih Ibu

Published 21 Februari 2012 by endangkurnia

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu :

1) Membantu pergi ke Warung: Rp 20.000

2) Menjaga adik Rp 20.000

3) Membuang sampah Rp 5.000

4) Membereskan Tempat Tidur Rp 10.000

5) menyiram bunga Rp 15.000

6) Menyapu Halaman Rp 15.000

Jumlah : Rp 85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan – GRATIS

2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS

3) OngKos air mata yang menetes karenamu – GRATIS

4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu- GRATIS

5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu – GRATIS

6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu – GRATIS

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku – GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”.Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: “Telah Dibayar” .

Benar kata pepatah : Kasih sayang anak kepada ibu hanya sepanjang galah. Kasih sayang ibu kepada anak sepanjang jalan.

Dzikir Anak_Sulis

Published 5 Februari 2012 by endangkurnia

lagu yang saya beri judul “Dzikir Anak”, merupakan sebuah rangsangan bagi anak-anak untuk berpikir dan mengenal Allah swt sejak masa kanak-kanaknya. Lagu ini, bukan hanya menghibur karena irama dan musiknya yang unik, tapi juga berisi ilmu yang membawa anak lebih mengenal Allah swt sejak dini.
Meski, seperti saya katakan, kedua lagu utama itu lebih tertuju ke anak-anak, tapi seperti kita tau, tidak sedikit yang sudah dewasapun masih juga belum mengenal Allah swt secara benar. Sehingga layak pula menyimak lagu “Dzikir Anak” ini.

Dzikir Anak by Sulis

Bagaimana Cara Meramal Gempa Bumi?

Published 5 Februari 2012 by endangkurnia

Bencana gempa bumi semakin hari semakin sering saja. Kerugian yang ditimbulkan seringkali cukup serius. Tentu kita tidak lupa, tanggal 26 Desember 2004, ketika sebuah gempa dahsyat di Samudra Hindia menyebabkan bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, bahkan konon katanya sampai ke Afrika. Tahun-tahun selajutnya, semakin sering saja terjadi gempa, seperti di Yogya, Padang, Tasikmalaya, dll.

Pertanyaannya adalah: dapatkan gempa bumi diprediksi terlebih dahulu sebelum kejadian, sehingga korban jiwa dan kerusakan yang lebih parah dapat dicegah? Ternyata ada kemungkinan gempa dapat diprediksi. Info ini saya dapat ketika mengikuti kuliah umum yang diberikan oleh seorang profesor dari Jepang hari Jumat yang lalu.

Bagaimana caranya? Yaitu dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik. Hmm.. lagi-lagi gelombang EM ya,, memang gelombang ini banyak gunanya :D . Prinsipnya sederhana, hanya memanfaatkan pemancar-pemancar telekomunikasi yang telah ada. Kita hanya perlu penerima saja yang dapat menerima sinyal-sinyal dari berbagai pemancar. Ketika akan terjadi gempa bumi, kondisi atmosfer sebagai media perambatan gelombang akan berubah, sehingga sinyal yang diterima pun juga akan berubah. Nah, bagaimana perubahan yang terjadi? Inilah yang masih menjadi pertanyaan. Semoga saja cepat terjawab, sehingga dapat meminimalisir kerusakan yang akan terjadi.

Cukup simpel ya metodenya, meramal gempa dengan memanfaatkan sistem telekomunikasi yang sudah ada. Dua hal yang sepertinya tidak berhubungan. Memang terkadang untuk memecahkan suatu masalah kita perlu thinking outside the box.

Cara Alami Mengusir Semut

Published 5 Februari 2012 by endangkurnia

Kamar Anda pernah didatangi gerombolan semut? Terkadang kedatangan mereka menyebalkan juga,, terutama kalau “menyerang” makanan kita. Lebih menyebalkan lagi kalau yang datang semut merah kecil-kecil. Bayangin aja, lagi asyik-asyik mengetik pakai komputer tiba-tiba ada serangan semut merah kecil. Lumayan juga efek serangannya,, sampai membuat gatal-gatal.

Lalu,, bagaimana cara mengatasinya? Ada berbagai macam cara, misalnya menggunakan racun semut atau kapur semut. Tapi ada cara yang lebih alami, yaitu menggunakan cengkeh. Silakan cari di toko terdekat *carinya di toko yang jual ya :p *

Nih,, buat yang belom tahu rupanya cengkeh.

Caranya cukup sederhana. Taburkan cengkeh di sekeliling benda yang akan dilindungi dari semut. Jadi, jika ingin kamar terbebas dari semut,, ya tinggal taburkan cengkeh secukupnya di seluruh pelosok kamar,, terutama yang dicurigai sebagai jalur masuknya semut. Kalau mau melindungi gula dari semut,, cukup masukkan beberapa cengkeh ke dalam gula. Nah,, ini kelebihan cara alami ini, kalau racun semut nggak mungkin dimasukkan ke dalam gula. :p

Cara ini cukup ampuh mengatasi serangan semut. Tapi tetap saja ada efek sampingnya,, lho?? Iya,, nanti kamar Anda bisa-bisa dibilang pabrik rokok oleh teman yang datang berkunjung ^^

Modus Baru Pencopetan di Angkot: Pura-pura Kejepit

Published 5 Februari 2012 by endangkurnia

Barangkali Anda pernah dengar pencopet yang pura-pura muntah di angkot. Atau yang pura-pura memijat. Atau mungkin yang lebih aneh lagi seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Nah, beberapa hari yang lalu, tepatnya di daerah sekitar Cikawao, Bandung, ada modus yang baru lagi, yaitu pura-pura kejepit.

Ceritanya, saya sedang menunggu sebuah angkot berwarna biru tua – strip putih di tengah – hijau (jurusan apakah angkot tersebut? tebak sendiri :lol: ), tentunya yang nggak lagi ngetem. Beberapa detik kemudian, datanglah angkot yang agak penuh. Lumayan lah, setidaknya peluang angkot ini ngetem cukup kecil. Banyak ibu-ibu di dalamnya. Setelah saya naik, ada mas-mas naik (sebut saja X ya), tampangnya sih biasa-biasa aja. Angkotpun melewati lampu merah (Jalan Karapitan) dan selanjutnya ada bapak-bapak berbaju merah naik juga. Jadi konfigurasi penumpang di angkot tersebut kira-kira seperti ini. Tokoh-tokohnya saya warnain aja ya.

Lalu, angkotpun melaju ke arah jalan Buah Batu. “Punten bu, (saya) mau buka jendela, (soalnya) panas” kata si X ke seorang ibu, sepertinya habis/mau menghadiri pengajian. Tiba-tiba, si ibu tersebut terlihat ketakutan, si X pun teriak-teriak. Wah,, jangan-jangan copet nih. Tas saya langsung saya pegang erat-erat. Eh, tunggu dulu, kok si ibu menunduk dan memegang erat tangan ibu pengajian di sebelahnya. Di pikiran saya, wah,, jangan-jangan ada lebah/serangga masuk angkot. Ternyata, si X pun bilang “Kecepet,, kecepet”, (mungkin kejepit dalam bahasa Sunda (?)) sambil berusaha mengeluarkan tangannya dari jendela. Si bapak berbaju merahpun bilang, “Kecepet”, sambil tersenyum dan tertawa kecil. Setelah berhasil mengeluarkan tangan dari jendela, si X pun turun dan bayar ongkos ke supir angkot. Hmm… aneh juga ya, masak habis kejepit langsung turun. Memangnya si X mau kemana sih?

Saat itu tidak ada yang merasa kehilangan sesuatu, jadi kami semua menganggap wajar peristiwa tersebut. Tak lama kemudian, di pertigaan *lupa nama jalannya* yang menuju ke tempat buku Palasari, si bapak berbaju merah turun dan seorang ibu dengan anaknya naik ke angkot tersebut. Sampai di sini suasana adem-adem saja.

Nah, beberapa menit kemudian, tiba-tiba ibu-ibu pengajian yang duduk di samping si X seperti mau menangis. “Tuh kan…”, katanya ke temannya yang duduk di sebelahnya. Lho, kenapa lagi ini? Ternyata, gelang si ibu hilang. Padahal katanya sudah dikunci. Mereka berpikir bahwa si X pelakunya, dan pasti diambil saat momen kejepit tadi. Begitu kurang lebihnya yang saya tangkap. Wah, kenapa baru nyadar ya? Dan kenapa korbannya ibu-ibu pengajian? Padahal mbak-mbak yang warna pink lagi memegang HP. Kalau kata ibu-ibu yang warna putih, ibu-ibu pengajian itu sudah diincar. Lagipula hari itu hari selasa; waktunya pengajian bagi ibu-ibu di Bandung, jadi incarannya adalah ibu-ibu pengajian. Pencopet biasanya bergerombol, tetapi siapa partnernya si X? “O… bapak-bapak baju merah tadi”, kata supir angkot menduga-duga. Barangkali benar juga, soalnya dia sempat ngomong “Kecepet” sambil tersenyum, jadinya semakin meyakinkan penumpang lain bahwa si X memang kejepit.

Begitu kira-kira kejadiannya. Wallahu a’lam. Semoga ibu-ibu pengajian tersebut mendapat ganti yang lebih baik. Dan untuk para penumpang angkot, harus selalu waspada bila ada kejadian aneh-aneh. Dari berbagai modus, bisa ditarik benang merah bahwa para pencopet memanfaatkan kejadian yang “tidak biasa” (entah itu muntah, kejepit, dll.) untuk mengalihkan perhatian penumpang. Sehingga mereka leluasa mengambil barang-barang berharga kita tanpa disadari *bahkan nyadarnya bisa beberapa menit kemudian*. Kata Bang Napi: Waspadalah.. waspadalah!!

Kenapa Langit Berwarna Biru dan Awan Berwarna Putih?

Published 5 Februari 2012 by endangkurnia

Pernahkah pertanyaan ini terlintas di pikiran Anda?

Atau mungkin anak atau adik Anda pernah menanyakan hal ini?

*atau jangan-jangan besok ditanyakan dosen dalam UAS :lol:

Apa kira-kira jawabannya?

Ternyata karena adanya partikel-partikel di udara kita.

Apa peranan partikel-partikel ini? Mari kita lihat.

Kita tahu bahwa matahari memancarkan cahaya ke bumi. Sebelum sampai ke kita, cahaya harus melewati atmosfer bumi, yang kaya akan partikel kecil-kecil, yang lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya itu sendiri. Nah, ketika gelombang cahaya datang mengenai partikel-partikel ini, ada sebagian cahaya yang diteruskan, ada juga yang dihamburkan ke berbagai arah (istilah kerennya: scattering). Nah, hamburan ini yang terlihat oleh kita. Menurut Rayleigh, intensitas cahaya yang dihamburkan berbanding terbalik dengan panjang gelombang (pangkat 4 pula..), yaitu:

I = I_0 \frac{ 1+\cos^2 \theta }{2 R^2} \left( \frac{ 2 \pi }{ \lambda } \right)^4 \left( \frac{ n^2-1}{ n^2+2 } \right)^2 \left( \frac{d}{2} \right)^6

Cahaya matahari sendiri terdiri atas berbagai warna:

Berhubung warna biru memiliki panjang gelombang yang pendek, berarti intensitasnya lebih besar dibandingkan warna-warna lain. Berhubung warna ini lebih dominan, maka langit akan terlihat berwarna biru, seperti yang kita lihat sehari-hari.

Lalu, kenapa ketika senja langit berwarna merah? Ketika matahari berada di horizon, cahaya matahari yang sampai ke kita harus melewati lebih banyak partikel. Berarti cahaya warna biru semakin disebarkan kemana-mana. Ya,, sisanya tinggal cahaya merah-orange gitu. Makannya warna langit jadi kemerah-merahan.

Dan kenapa awal berwarna putih atau abu-abu? Karena partikel-partikel air di awan kira-kira seukuran dengan panjang gelombang. Untuk kasus ini, rumus om Rayleigh jadi kurang tepat. Akan lebih baik jika menggunakan pendekatan yang diajukan oleh Mie (nama ilmuwan, bukan nama makanan). Formulasi Mie ini rada rumit juga, tapi sih intinya, setiap warna akan dihamburkan oleh awan kurang lebih sama besar. Berarti, semua warna akan kita terima dan gabungan dari warna-warna itu akan menghasilkan cahaya putih.

Begitulah mengapa langit kita berwarna…

From: Wikipedia dan kuliah SisObv

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.