Salah satu aplikasi kecil paling terkenal di dunia, adalah “Like” milik Facebook yang disimbolkan dengan sebuah tangan menggenggam dengan jempol lucunya. Banyak sekali situs yang menyediakan tombol sakti Facebook itu untuk semacam “mendata” siapa saja dan berapa orang yang menyukai situs mereka.
Jujur saja, bahkan jika kita memasang status, upload foto atau video, menautkan link, atau bahkan posting notes, salah satu hal yang menjadi ukuran kesenangan hati kita, adalah berapa cap jempol Like yang terbubuhkan di sana. Hayo loh, ngaku! Hehe.
Cuman, kadang kita lupa bahwa yang lebih penting untuk mendapat Like itu sendiri sebenarnya bukan status atau postingan lainnya, tapi diri kita sendiri. Ya, kita seharusnya mendapat Like sebanyak mungkin dari orang sekitar kita. Karena, Like yang dibubuhkan pada pribadimu dari orang sekitarmu, menunjukkan bagaimana kedudukanmu dalam hati mereka. Semakin banyak yang me-Like-mu, kamu semakin dekat dengan semua orang yang ada disekitarmu. Dan, sebaliknya, semakin sedikit Like untuk seseorang, maka ia semakin mendekat pada sebuah arti hadits, “Orang terburuk, adalah orang yang dijauhi orang lain agar tak terkena getah keburukannya!”
Nah, Like juga dibutuhkan oleh kita, kan? Bukan cuman sekedar di postingan saja.
Jika untuk menjaring Like di Facebook kamu mengedepankan kekuatan dan keindahan kata atau alat lainnya (bahkan ada sebuah grup yang ditujukan untuk menjaring jempol saja! Parah!), maka untuk menjaring Like bagi pribadimu, kamu pun mempunyai banyak alat.
Pertama, tentu dengan keindahan akhlak. Sudahlah, saya tak usah mencontohkan bagaimana akhlak yang baik, toh semua sudah tahu. Jika ada matahari terik, kita tak perlu bilang bahwa sekarang masih siang, kan?
Kedua, keindahan penampilan. Itu tak harus dengan baju mahal atau minyak nyongnyong super. Cukup dengan kerapian dan kebersihan, kamu akan mendapat banyak Like dari kawanmu. Kata Rasulullah, artinya, “Termasuk kemuliaan seorang mukmin disisi Allah, adalah kebersihan bajunya dan keridlaannya dengan apa yang ada”. [HR. Abu Nuaim].
Ketiga, hal yang tak semua orang memiliknya: Ketampanan atau kecantikan wajah, normalnya ukuran badan. Berbeda dengan dua hal yang diatas, yang bisa kita usahakan, untuk point ketiga ini murni pemberian dari Allah. Mereka yang tampan, cantik, bentuk badannya menawan, tentu banyak mendapat Like–kita tak bisa iri untuk hal ini. Hanya saja, memang hal ini mendukung, tapi jika dua point diatas hilang, point ketiga akan tak berguna sama sekali.
Maka, bagi mereka yang tak mendapat bagian dari point ketiga, jangan rusak imagemu dengan tak melakukan dua point pertama! Jangan sampai dibilang, “wajah jelek, akhlak jelek!”
Sekedar memberi tahu, salah satu hal yang bisa menjaring Like untukmu, adalah ketika kamu murah senyum pada setiap orang yang berinteraksi denganmu. Selain karena senyum adalah sedekah, senyum akan menandaimu sebagai orang yang ramah pada tiap orang yang disekitarmu! Sebuah peribahasa daerah dari Makkah berkata, “Laqini wala tughaddini”. Arti bebasnya, temuilah aku dengan wajah tersenyum meski kamu tak memberi aku apa-apa. Daripada kamu memberiku sesuatu, tapi wajahmu kusut! Ya, karena yang akan membekas pada hati seseorang, adalah bagaimana caramu menerima seorang yang ingin berbincang denganmu, bukan apa yang kamu berikan pada mereka!
Nah, bersyukurlah jika banyak orang menyukaimu, me-Like-mu. Semoga saja, itu sebuah tanda dari sebuah hadits yang artinya, “Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berkata pada Jibril, “Aku mencintai si fulan, maka cintailah dia!”. Jibril lantas mencintainya. Jibril pun berkata pada seluruh malaikat, “Allah mencintai si fulan, maka cintailah ia!” Dan malaikat pun mencintainya. Lantas malaikat berkata pada penguni bumi, bahwa Allah mencintai si fulan, maka cintailah ia!” Penduduk bumi pun lantas mencintainya.”
Tapi ingat, bahwa Like dari orang disekitarmu adalah pemberian dari Allah. Syukurilah, dan hati-hati jangan sampai terlepas dari tanganmu!
Dan satu lagi, Allah berfirman yang artinya, “Katakan (Wahai Rasulullah), jika kalian mencintai Allah maka ikutilah ajaranku! Allah pun akan mencintai kalian dan memaafkan kalian.” Hei, ini adalah “Like” paling agung yang ada di hidup kita!
Sekarang, siap mendapat Like dari orang di sekitarmu? Dan, ingin mendapat cinta dari Allah tidak? Mulailah dengan Bismillah!
